Kepatuhan Publik Masih Rendah, Jokowi Siapkan Sanksi Pelanggar Protokol COVID-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Banyaknya masyarakat yang masih belum mengindahkan aturan memakai masker di luar rumah, diyakini menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka penularan virus corona di Indonesia

WowKeren - Salah satu protokol pencegahan COVID-19, memakai masker, harus diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menekan penularan virus corona. Namun sayangnya, protokol yang satu ini masih banyak dilewatkan oleh orang-orang.

Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi berniat untuk menyiapkan sanksi bagi para pelanggar. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Istana Merdeka, Senin (13/7).


"Presiden berikan arahan kemungkinan agar dipertegas, di samping sosialisasi dan edukasi, adanya sanksi untuk pelanggaran atas protokol kesehatan," kata Muhadjir. "Intinya sekarang presiden melihat imbauan dan sosialisasi dipandang belum cukup."

Banyaknya masyarakat yang masih belum mengindahkan aturan memakai masker di luar rumah, diyakini menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka penularan virus corona di Indonesia. Oleh sebab itu, perlu ketegasan dalam penerapan protokol ini.

Pemberian sanksi juga pada dasarnya dilakukan demi kebaikan masyarakat sendiri. Seperti diketahui, Kasus COVID-19 di Indonesia memang konsisten bertambah di atas 1.000 orang setiap harinya sejak 23 Juni 2020 lalu.

"Dan ini mohon masyarakat memahami bahwa apa yang disampaikan presiden ini betapa sangat tingginya risiko yang masih dihadapi oleh Indonesia terhadap COVID-19," lanjut Muhadjir. "Sedangkan bagaimana nanti legal standingnya akan dibahas lebih lanjut oleh kementerian terkait."

Untuk ketentuan lebih jelas terkait poin hukuman yang diterima oleh pelanggar saat ini masih dibahas. Seperti diketahui, belum lama ini Jokowi memang menyoroti perilaku masyarakat yang masih bandel memakai masker, terutama warga Jawa Timur, dimana provinsi ini menjadi salah satu penyumbang terbanyak kasus COVID-19 di RI.

"Karena dari survei yang kita lihat misalnya saya mendapatkan laporan saat ke Jatim," kata Jokowi belum lama ini. "Survei mereka di Jatim itu 70 persen masyarakat tidak menggunakan masker."

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar razia tertib masker. Dari razia tersebut, puluhan orang terjaring tidak menggunakan masker.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts