Bukan Lagi 20.000, Jokowi Targetkan RI Mampu Tes COVID-19 30.000 Per Hari
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Presiden Joko Widodo kembali meningkatkan target uji spesimen harian untuk pendeteksian COVID-19. Hal itu dilakukan dengan menambah jumlah laboratorium dan juga mobil PCR.

WowKeren - Pemerintah kembali menaikkan target jumlah uji spesimen. Presiden Joko Widodo alias Jokowi menargetkan agar Indonesia bisa melakukan 30 ribu tes PCR setiap harinya, dari yang sebelumnya hanya 20 ribu.

Hal itu, dikatakan Kepala Negara, bisa dilakukan dengan menambah lab-lab yang digunakan untuk pengujian spesimen. Begitu pula dengan mobil PCR.


"Untuk tes, harus ditingkatkan jumlah PCR test dengan menambah lab-lab yang ada di daerah plus mobile lab PCR," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas Percepatan Penanganan Dampak Pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Senin (13/7). "Yang kita harapkan target yang sesuai saya sampaikan bisa tercapai, 30 ribu."

Upaya testing harus lebih gencar dilakukan sebagai salah satu langkah menekan angka penularan virus corona. Testing merupakan satu bagian dari 3T yang ditekankan Jokowi. Adapun dua lainnya adalah tracing dan treatment.

Tracing juga harus dilakukan untuk ODP dan PDP sehingga mereka bisa dengan segera melakukan isolasi mandiri agar tidak menjadi ancaman penularan bagi orang lain. Sedangkan treatment adalah dengan menambah kapasitas fasilitas kesehatan untuk merawat pasien COVID-19.

"Tracing penelusuran untuk ODP maupun PDP, kemudian memberikan isolasi mandiri," terang Kepala Negara. "Dan treatment ini peningkatan fasilitas kesehatan rumah sakit khususnya bed, APD, obat-obatan, ventilator, kamar isolasi yang ini juga masih memerlukan tambahan-tambahan untuk provinsi-provinsi yang tadi sebut."

Jika memang di daerah-daerah ada yang mengalami kesulitan untuk pemenuhannya, maka pemerintah juga akan membantu. "Kalau memang kekurangan, ini agar Kementerian Kesehatan bisa menyampaikan kepada Menteri PU untuk segera diselesaikan," lanjutnya.

Sementara itu, Jokowi menyampaikan ada 8 provinsi yang menjadi prioritas dalam penerapan 3T ini. Adapun ke-8 provinsi tersebut adalah Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua. "Saya minta ini diberikan prioritas khusus untuk testing, tracing, dan treatment ini di delapan provinsi," ungkap mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts