'Lampu Merah' Wabah Corona Tembus 75 Ribu Kasus, Jokowi Sigap Instruksikan 3 Hal Ini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Presiden Joko Widodo menyampaikan 3 instruksi yang diharapkan bisa mengatasi wabah virus Corona yang sampai Senin (13/7) sudah menginfeksi sampai nyaris 77 ribu orang. Berikut instruksi selengkapnya.

WowKeren - Belum lama ini Presiden Joko Widodo dengan tegas mengisyaratkan "lampu merah" untuk menggambarkan wabah virus Corona. Hal itu disampaikan ketika dalam sehari Indonesia mencatatkan sampai nyaris 3 ribu kasus positif.

Kekinian jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah mencapai lebih dari 75 ribu orang. Menanggapi hal tersebut, Jokowi pun turun tangan dan memberikan 3 instruksi penting untuk menangani wabah yang terjadi.


Tiga instruksi itu adalah memprioritaskan pengujian sampel, pengambilan tindakan secara cepat, hingga pelacakan. Ia berharap agar instruksinya ini bisa segera dilaksanakan dan ditindaklanjuti oleh jajaran serta kepala-kepala daerah.

"Ada tiga hal yang ingin saya sampaikan yaitu tetap pada concern kita untuk memasifkan 3T," kata Jokowi saat membuka rapat kabinet terbatas pada Senin (13/7). "Testing, tracing, dan treatment dengan prioritas khusus."

Lantas bagaimana bisa mewujudkan ketiga instruksi tersebut? Secara spesifik, sang kepala negara meminta agar jumlah laboratorium dan tes PCR diperbanyak kapasitasnya, kalau perlu diadakan pula tambahan mobil laboratorium PCR.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap Indonesia bisa menggelar sampai setidaknya 30 ribu tes PCR dalam sehari. Sedangkan saat ini rerata jumlah spesimen yang bisa diperiksa Indonesia setiap harinya berkisar antara 20 sampai 23 ribu buah.

"Untuk tes harus ditingkatkan jumlah PCR test dengan menambah jumlah laboratorium-laboratorium di daerah plus mobil lab PCR," ujar Jokowi, seperti dilansir dari Viva. "Yang kita harapkan nantinya target yang kita harapkan, target yang saya sampaikan bisa tercapai yaitu 30 ribu dan tracing penelusuran ODP dan PDP."

Pejabat yang juga pernah menjadi Wali Kota Solo itu mencurahkan perhatian khusus kepada delapan provinsi yang dinilainya sangat perlu menjalankan instruksinya ini. Beberapa diantaranya yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Selain itu Jokowi juga menyoroti perihal kapasitas dan fasilitas rumah sakit. Harapannya aspek ini tetap bisa ditingkatkan seiring dengan diperbanyak pasien yang akan dilacak.

"Kamar isolasi ini juga masih memerlukan tambahan untuk provinsi-provinsi yang saya sebut. Kalau memang kekurangan agar Kementerian Kesehatan bisa menyampaikan ke Menteri PUPR agar segera bisa diselesaikan," pungkas Jokowi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts