Anji menuai protes warganet karena menuliskan COVID-19 menjadi CVD di postingan Instagram. Setelah Anji membeberkan alasannya, Awkarin dan Chef Arnold ikut berkomentar.
- Neressa Prahastiwi
- Senin, 20 Juli 2020 - 10:41 WIB
WowKeren - Anji ikut menanggapi foto jenazah pasien COVID-19 yang tersebar di media sosial. Tanggapan Anji banyak menuai reaksi sinis dari warganet, salah satunya karena penyebutan COVID-19 yang disingkat menjadi CVD. Sedangkan CVD adalah penyakit yang sangat berbeda dengan COVID-19.
"Maaf manji untuk istilah covid mohin jangan disingkat, karena covid dan CVD itu istilah berbeda.. CVD itu Cerebrovaskular Disease.. agar tidak menjadi salah paham," koreksi seorang warganet. "Saya menulis CVD karena malas menulis COVID. Terima kasih untuk penjelasannya ya," balas Anji.
Berbagai komentar dituliskan warganet mengenai pendapat Anji, salah satunya datang dari Nyimas Laula. Wanita yang berprofesi sebagai Freelance photojournalist tersebut menjelaskan proses liputan wabah COVID-19. Awkarin lantas meminta Anji tidak malas menjawab penjelasan Nyimas tersebut.
"Jawab nih, Mas Anji. Gak terima alasan males lho ya. @duniamanji," komentar Karin. "Gak males, Mbak Karin. Saya sedang ada dalam forum fotografi membahas hal ini. Tadi saya menulis, besok saya akan bicara tentang hal ini dengan runut," balas Anji.
Selain Karin, Chef Arnold juga diminta mengomentari pernyataan Anji. Chef Arnold rupanya tak lagi bisa berkata apa-apa setelah Anji mengaku malas menulis COVID-19.
"Hmmmm padahal dah di infoin baik2 beda penyakit..tapi dia males tapi juga masi ngetik covid..." komentar Chef Arnold pada Minggu (19/7). "Ya udh gimana lagi dong."
Untuk diketahui, Anji mempertanyakan proses pemotretan jenazah pasien COVID-19 yang sedang viral di media sosial. Padahal, keluarga saja kesulitan mendapatkan akses untuk melihat jenazah pasien COVID-19. Selain itu, Anji juga tak percaya apabila COVID-19 semengerikan yang diberitakan.
"Saya percaya cvd itu ada. Tapi saya tidak percaya bahwa cvd semengerikan itu," tulis Anji. "Yang mengerikan adalah hancurnya hajat hidup masyarakat kecil."
(wk/nere)