Pesut Mahakam adalah sejenis hewan mamalia yang kerap disebut lumba-lumba air tawar. Disebut demikian karena mamalia ini banyak ditemukan di perairan Sungai Mahakam.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 23 Juli 2020 - 13:38 WIB
WowKeren - Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) angkat bicara mengenai video viral yang memperlihatkan sekawanan ikan bermunculan di Sungai Mahakam. Direktur Yayasan konservasi RASI Budiono menyebut itu adalah hal yang biasa.
Adapun kawanan ikan yang dianggap mirip lumba-lumba tersebut tak lain tak bukan adalah pesut. Ikan pesut pada umumnya memang kerap muncul di Sungai Mahakam untuk berburu ikan-ikan kecil sebagai makanannya.
"Itu sudah biasa hanya saja memang baru-baru ini masyarakat punya HP," kata Budiono dilansir Detik, Kamis (23/7). "Dan kemudian mengabadikan momen itu dan menjadikan sesuatu hal yang langka."
Pesut Mahakam adalah sejenis hewan mamalia yang kerap disebut lumba-lumba air tawar. Budiono menyebut ikan yang memiliki nama ilmiah Orcaella brevirostris ini tak hanya dijumpai di Sungai Pela namun juga kadang terlihat hingga ke wilayah Kabupaten Mahakam Hulu. Disebut pesut Mahakam karena mamalia ini banyak ditemukan di perairan Sungai Mahakam. Sayangnya, populasi ikan ini terancam punah.
Budino menyebut jika menurut penelitiannya tahun 2019 pesut Mahakam tersisa 81 ekor. Adapan kematian terbanyak disebabkan karena jaring nelayan. "Penelitian kami terakhir pada tahun 2019 menunjukkan, jumlah mamalia air ini telah menyusut dan kini tersisa 81 ekor," kata Budiono.
Sebanyak 66 persen kematian disebabkan karena terkena jaring nelayan. Selain itu, pesut juga banyak yang mati karena keracunan ikan yang mereka makan.
"Untuk alasan penyebab mati, kebanyakan mati di dalam jaring nelayan, jadi 66 persen," sambung Budiono. "Untuk tahun 2018 ada penyebab kematian lain diduga pesut banyak yang mati habis makan ikan yang diracuni."
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Pela, Alimin, mengatakan jika kawanan ikan ini kembali muncul usai sebelumnya bermigrasi ke sungai kecil karena rusaknya Sungai Mahakam. "Ada 20 individu yang sering muncul ke permukaan, 3 di antaranya balita, dan ini sudah berlangsung selama 4 bulan terakhir," kata dia masih dilansir Detik, Kamis (23/7).
(wk/zodi)