WHO mengonfirmasi adanya kenaikan jumlah kasus Ebola di bagian barat Republik Demkoratik Kongo, menegaskan bahwa negara di Afrika itu belum sepenuhnya terbebas dari wabah.
- Elvariza Opita
- Kamis, 23 Juli 2020 - 14:15 WIB
WowKeren - Virus Corona bukan satu-satunya wabah yang mesti diwaspadai negara-negara di dunia. Ada wabah lain, salah satunya Ebola, yang terus menghantui negara Republik Demokratik Kongo di Afrika.
Bahkan baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kekhawatiran luar biasa terhadap perkembangan wabah Ebola di Kongo, lebih tepatnya di bagian barat negara tersebut. WHO melaporkan ada 60 kasus kematian akibat Ebola di daerah barat Republik Demokratik Kongo, seperti diungkap pada Senin (20/7) kemarin.
Lebih lanjut, terdapat 3 kasus positif yang baru dideteksi pada akhir pekan lalu. Sehingga saat ini ada 56 kasus terkonfirmasi dengan 4 pasien yang diduga terinfeksi oleh virus tersebut.
"Penyakit ini aktif, dan belum terkontrol," ungkap Pakar Kesehatan Darurat WHO, Mike Ryan dalam konferensi pers virtualnya. Secara spesifik, Ryan pun menyoroti perihal proses pemakaman jenazah-jenazah Ebola itu, yang "tumpang tindih" dengan kasus kematian akibat COVID-19.
Kembali dikhawatirkannya perkembangan wabah Ebola ini bak menegaskan bahwa penyakit apapun sangat berpotensi untuk kembali menghantui. Sebab pada bulan Juni 2020 lalu, Republik Demokratik Kongo menyatakan negaranya sudah mulai terbebas dari wabah Ebola, terutama pada bagian timur.
Keberadaan wabah Ebola ini memang tak bisa dipandang sebelah mata. Menteri Kesehatan Kongo, Eteni Longondo, mengungkap ada 2 ribu orang yang tewas akibat Ebola selama 2 tahun wabah itu berkembang di negara tersebut.
Longondo pun menilai wabah ini merupakan yang terlama, terkompleks, dan paling mematikan sepanjang sejarah 60 tahun Kongo berdiri. Bahkan berdasarkan jumlah kematiannya, Ebola di Kongo sudah menewaskan ribuan orang, menempatkannya di posisi kedua di bawah Afrika Barat yang sudah menewaskan 11.300 orang.
Bahkan kalau itu WHO juga ikut menyambut bahagia kabar bebasnya bagian timur Kongo dari wabah Ebola. WHO secara spesifik mengungkapkan keberhasilan bebasnya wabah Ebola ini tak lepas dari vaksin dan perawatan yang efektif terhadap para pasien.
Seperti yang diketahui, Kongo memang telah berjibaku dengan wabah Ebola sejak Agustus 2018. Ebola sendiri telah dideklarasikan WHO pada Juli 2019 sebagai 'darurat kesehatan internasional.
(wk/elva)