Joe Biden mengatakan dia akan menetapkan calon wakil presiden pada awal Agustus sebelum Konvensi Nasional Demokrat yang akan berlangsung 17 sampai 20 Agustus mendatang.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 23 Juli 2020 - 15:54 WIB
WowKeren - Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan sedang mempertimbangkan empat wanita berkulit hitam untuk mendampinginya menjadi bakal cawapres. Dengan menarik wanita kulit hitam sebagai pendamping dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, Biden berharap untuk mengalahkan Presiden saat ini dari Partai Republik, Donald Trump.
Biden mengatakan dia telah mendapatkan laporan pemeriksaan selama dua jam pada masing-masing calon potensial. Dia dan timnya telah mengevaluasi "sekitar empat kandidat" sejauh ini.
"Saya berkomitmen tidak menyebutkan siapa (calon pontensial), tapi di antara mereka ada empat perempuan kulit hitam," kata Biden kepada Joy Reid dari stasiun televisi MSNBC dalam acara "The ReidOut", sebagaimana dilansir dari CNN.
"Lalu ketika saya sudah mendapatkan semua pemeriksaan dari semua kandidat, maka saya akan mempersempit pilihan. Kemudian saya akan melakukan diskusi pribadi dengan masing-masing kandidat yang tersisa dan membuat keputusan," lanjut Biden.
Biden mengatakan dia akan menetapkan calon wakil presiden pada awal Agustus sebelum Konvensi Nasional Demokrat yang akan berlangsung 17-20 Agustus.
Capres dari Partai Demokrat itu mengatakan calon wakil presiden yang akan mendampinginya tidak perlu memiliki pengalaman kebijakan luar negeri, karena ranah itu merupakan menjadi tugasnya. Namun, hampir semua kandidat wanita yang dia pertimbangkan sempat bersentuhan dengan "beberapa kebijakan luar negeri dan masalah pertahanan nasional".
Meski tak menyebutkan nama, namun sejumlah nama wanita kulit hitam yang kemungkinan besar tengah dipertimbangkan oleh Biden termasuk mantan penasihat keamanan nasional administrasi Obama yakni Susan Rice, Senator fraksi Demokrat Kamala Harris dari California, Anggota Dewan Perwakilan fraksi Demokrat dari Florida Val Demings, Walikota Atlanta Keisha Lance Bottoms, dan Anggota Dewan Perwakilan AS fraksi Demokrat untuk California, Karen Bass.
Di sisi lain, perdebatan di Partai Demokrat tentang siapa yang akan mendampingi Biden dalam pemilihan presiden telah menajam selama beberapa bulan terakhir. Aksi protes menolak rasisme yang sempat pecah di seluruh AS juga membuat beberapa kelompok mendesak Biden untuk memilih kandidat wanita dari kalangan kulit hitam.
Sebagai informasi tambahan, sejumlah pihak memang mendesak Biden untuk memilih wanita sebagai wakil, terutama dari ras kulit hitam selaku kaum minoritas di AS. Desakan disampaikan oleh lebih dari 200 perempuan kulit hitam melalui sebuah surat terbuka.
Surat tersebut turut mencantumkan nama-nama tokoh dan politikus perempuan kulit berwarna yang dinilai berpotensi mendampingi Biden mengalahkan Presiden Donald Trump dalam pilpres nanti.
Surat terbuka ini diberikan pada Biden ketika isu rasisme kembali mencuat dan menjadi perhatian publik Amerika belakangan setelah George Floyd, seorang warga AS keturunan Afrika tewas di tangan polisi kulit putih Minneapolis.
(wk/luth)