Pajang Foto Lawas Saat Kuliah, Najwa Shihab Tak Menyesal Sandang Gelar Anak Hukum
Instagram/najwashihab
Selebriti

Najwa Shihab mengenang masa-masa saat ia masih berkuliah sebagai mahasiswa hukum di Universitas Indonesia. Meski profesi dan jurusan kuliahnya tak sejalan, ia mengaku tak pernah menyesali apapun.

WowKeren - Siapa yang tak mengenal sosok Najwa Shihab? Meski bukan berstatus pemain film atau penyanyi, nyatanya popularitas Najwa Shihab tak kalah dari artis-artis lain. Putri dari Quraish Shihab ini memang dikenal sebagai sosok presenter dan jurnalis yang begitu tegas, berani serta cerdas.

Karenanya, tak heran jika perempuan yang kerap disapa Nana ini dijadikan sebagai sosok inspirasi oleh publik. Menurut mereka, Najwa Shihab adalah salah satu potret seroang perempuan yang bisa sukses dengan jalannya sendiri tanpa harus repot memikirkan tuntutan dari sana-sini.

Sedikit flashback ke belakang Najwa ternyata tidak punya background pendidikan di bidang jurnalis sama sekali. Ia dulunya lulusan Fakultas Hukum di Universitas Indonesia. Hal itu diceritakannya lewat sebuah postingan terbaru di Instagram baru-baru ini.

"Saya percaya pilihan karier sama sekali tidak dibatasi oleh pilihan fakultas. Saya kuliah di Fakultas Hukum UI tapi ketika lulus saya memutuskan untuk bekerja sebagai jurnalis televisi, karier yang saya bangun selama 17 tahun," kenang Nana pada caption foto postingannya. "Dan 3 tahun terakhir ini, saya memulai berwirausaha, mendirikan perusahan rintisan media, @narasi.tv."

Meski profesi dan jurusan kuliah yang diambilnya tidak sejalan, namun ibu 1 anak ini mengaku dapat banyak sekali pelajaran yang sangat berharga selama menjalani pendidikan di Fakultas Hukum. Bahkan, skill yang didapatnya selama kuliah juga banyak berguna dalam kariernya.


"Di fakultas hukum saya belajar membuat surat dakwaan hingga pembelaan, proses legislasi, menyusun kontrak dagang, hingga berbagai teori ketatanegaraan. Ya, saya belajar substansi legal hukum, tapi yang tidak kalah penting adalah keterampilan yang terbangun dari proses mempelajari beragam ilmu hukum itu," tambah Nana.

"Mahasiswa hukum diajarkan cara mengidentifikasi dan memisahkan isu, memilih dan memilah argumen, menformulasikan ide dan mengartikulasikannya dengan diksi yang tepat. Mahasiswa hukum dilatih bernegosiasi, membangun alur berpikir yang bernas, bertanya dengan jitu, membaca dengan cepat dan cermat menyimpulkan inti permasalahan. Keterampilan yang relevan dalam menekuni profesi apapun," jelas wanita 42 tahun ini.

Sampai saat ini, banyak mahasiswa yang cenderung terpatok pada nilai IPK (indeks prestasi kelulusan). Namun lain halnya dengan Nana yang punya pandangan lain terkait hal ini.

"Tapi di luar itu semua, banyak hal penting saat kuliah yang saya dapat tidak hanya dari ruang-ruang kelas. Kuliah bukan hanya tentang nilai dan IPK," sambungnya. "Tapi juga tentang pengalaman yang kita dapatkan, jejaring yang kita bangun, skills yang kita praktekkan, empati yang kita asah. Dan itu semua bisa kita peroleh jika kita aktif berorganisasi dan bergaul dengan orang dari beragam latar belakang berbeda."

Di penghujung caption panjangnya, Nana tak lupa memberikan pesan kepada para milenial yang kini tengah menempuh pendidikan kuliah. "Jadi adik-adik, apa pun asal fakultasmu, dari lulusan mana pun kalian, jangan jadikan itu batasan untuk menentukan pilihan karier atau memulai sesuatu yang sama sekali baru. Segalanya kini menjadi mungkin di era serba digital, kuncinya ada pada kreatifitas dan kemauan untuk terus mencoba," tutup istri dari Ibrahim Assegaf itu.

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts