Adik Atta Halilintar, Muntaz Halilintar, mengalami musibah yang cukup serius. Kepalanya tertimpa besi pembatas kuda hingga membuat bagian pelipisnya sedikit memar.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 24 Juli 2020 - 15:22 WIB
WowKeren - Peristiwa nahas itu terjadi pada salah satu anggota Gen Halilintar. Salah satu adik Atta Halilintar yang juga merupakan putra ke-9 dari keluarga tersebut, saat Muntaz Halilintar, diketahui mengalami musibah tertimpa besi pembatas kuda. Hal itu terjadi saat keluarga tersebut sedang berada di arena pacuan kuda untuk membuat vlog.
Peristiwa itu diketahui lewat salah satu postingan terbaru di akun sosial media milik Gen Halilintar. Dalam postingan tersebut terlihat video yang menunjukkan keadaan Muntaz setelah tertimpa musibah. Muntaz tampak terbaring lemah tak berdaya di dalam mobil.
"Lagi nge-vlog for all of you Stars, saat ke tempat berkuda yg baru pertama kali ke sana. Kita belum kenal tempat dan belum kenal kudanya. Tiba2 ada kuda dalam stable yg mau menggigit Muntaz," tulis admin di official Instagram Gen Halilintar pada Kamis (23/7). "Kuda mau reach muntaz terhalang iron bar/palang besi, palang besi penghalang kuda itu sampai copot dan malah menimpa kepala Muntaz."
Ternyata ada seekor kuda yang ingin menyerang Muntaz dan terhalang oleh palang besi. Berhasil lolos dari serang kuda, Muntas malah kejatuhan palang besi di bagian kepalanya hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras hingga terdengar dibagian parkir. Sontak Muntaz langsung menangis kencang setelah peristiwa tersebut.
"Bunyi plang jatuh kuat sekali mengejutkan semua orang, sampai bunyinya terdengar keluar stable bahkan ke tempat parkiran depan," lanjut isi postingan tersebut. "Muntaz menangis keras, Ya Allah ... ampunkan kami. Semoga Muntaz segera pulih."
Melanjutkan postingannya, pihak Gen Halilintar pun memperingatkan masyarakat agar selalu waspada dan tidak lengah terhadap situasi di sekitar. Karena tidak ada yang bisa memprediksi, kapan musibah bisa terjadi.
"Untuk kita semua selalu lah waspada di manapun kita berada. Ketika lengah, apa pun bisa terjadi. Kita hamba memang selalu lengah," pungkasnya. "Oleh sebab itu kita sangat memerlukan penjagaan Tuhan. Selalu harap perlindungan Tuhan."
(wk/amel)