Sebelumnya, seorang pengungsi Rohingya ditemukan berenang menggapai pantai Langkawi. Pria tersebut dikhawatirkan merupakan satu-satunya orang yang selamat dari puluhan pengungsi Rohingya yang tenggelam.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 28 Juli 2020 - 09:32 WIB
WowKeren - Sekitar 26 pengungsi Rohingya yang dikhawatirkan tenggelam di laut ditemukan masih hidup di pulau terdekat dari Langkawi, Malaysia. Dilaporkan bahwa para pengungsi tersebut mencoba berenang ke pulau Langkawi karena perahu yang mereka tumpangi mengalami kerusakan.
"Mereka (para pengungsi) ditemukan bersembunyi di semak-semak di pulau itu," ujar Mohd Zubil Mat Som, direktur jenderal Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA).
"Dua migran Rohingya juga telah ditangkap karena diduga melakukan perdagangan sehubungan dengan orang-orang yang ditemukan," lanjut Mohd Zubil.
Sebelumnya, seorang pengungsi Rohingya yang ikut dalam rombongan pengungsi ditemukan berenang menggapai pantai dari sebuah perahu kecil di lepas pantai barat Langkawi. Berdasarkan informasi dari polisi, pengungsi Rohingya tersebut telah melompat turun dari kapal yang menampung puluhan orang lainnya. Para pejabat khawatir pria tersebut merupakan satu-satunya orang yang selamat dari para pengungsi Rohingya yang tenggelam di laut.
"Dia adalah satu-satunya yang berhasil berenang ke pantai dengan selamat," kata Zawawi. Operasi pencarian dan penyelamatan telah diluncurkan sejak saat itu.
Zawawi mengatakan dua pesawat penjaga pantai dan dua kapal telah dikerahkan untuk mencari daerah yang diduga. Diketahui para pengungsi Rohingya sudah berada dalam kapal dan terombang-ambing di lautan selama beberapa waktu terakhir, serta dalam kondisi kelaparan. Kapal mereka sudah beberapa kali mendarat di beberapa perairan seperti Malaysia dan Bangladesh, namun ditolak otoritas setempat dengan alasan memberlakukan pembatasan pada semua kapal sehubungan dengan pandemi virus corona.
Para pengungsi tersebut diyakini telah dipindahkan ke sebuah perahu kecil untuk menyelinap ke Malaysia setelah melakukan perjalanan dengan kapal yang membawa ratusan Rohingya dari Bangladesh. Bulan lalu, Malaysia menahan 269 pengungsi Rohingya yang tiba di Langkawi dengan kapal yang rusak.
Malaysia yang mayoritas Muslim adalah tujuan utama bagi Rohingya, yang menghadapi penganiayaan di tanah air mereka yang mayoritas beragama Budha di Myanmar. Kendati demikian, pihak berwenang Malaysia dalam beberapa bulan terakhir berusaha untuk menghentikan mereka dari kekhawatiran virus corona (COVID-19).
Setidaknya 700 ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari penumpasan militer di Myanmar tiga tahun lalu telah berusaha untuk meninggalkan kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak di distrik Cox's Bazar di Bangladesh. Sebagian nekat pergi dengan kapal yang menuju Malaysia dan negara tetangga Indonesia.
(wk/luth)