Jepang Panen Kasus Baru Corona, Tempat Ini Justru Disebut 'Bersih' Dari COVID-19
Dunia

Kasus COVID-19 di Jepang banyak disumbang oleh klaster perkantoran. Meski begitu, pachinko parlor justru melaporkan nol kasus yang diakibatkan oleh COVID-19 padahal tempat tersebut tergolong ramai dikunjungi orang-orang.

WowKeren - Jepang saat ini telah menghadapi gelombang II hantaman virus corona (COVID-19). Bahkan hingga Senin (27/7), kasus COVID-19 di Jepang tercatat 29.684 orang.

Sebagian besar penyumbang kasus baru ini berasal dari pekerja kantoran. Namun, beberapa waktu terakhir gosip tentang pachinko parlor menjadi pusat penyebaran virus pun mulai bermunculan.

Pachinko adalah permainan mirip pinball di mana kamu berusaha untuk melontarkan bola logam agar masuk ke lubang-lubang kecil yang dapat dikonversi menjadi uang, membuatnya menjadi “judi” semi legal. Pachinko parlor memang merupakan tempat tertutup, cahaya terang, dan bunyi-bunyi bising dengan para pemain duduk berdempetan selama berjam-jam.

Hal itulah yang memunculkan kekhawatiran terkait munculnya klaster baru berasal dari pachinko parlor. Bahkan Pemerintah Tokyo dan Osaka mulai menekan bisnis-bisnis ini, mempublikasikan, dan mempermalukan pachinko parlor yang tetap buka di kala pandemi.

Meski diperlalukan "bak anak tiri", nyatanya pachinko parlor yang buka hingga kini masih dinyatakan "bersih" dari kasus COVID-19. Hal ini terjadi karena peraturan bangunan mewajibkan bahwa bangunan-bangunan pachinko wajib memilki ventilasi yang cukup untuk membuat pertukaran udara dari dalam terjadi selama 6 hingga 10 kali per jam yang membuat mereka sama dengan ruang publik besar lain seperti department store.


Dua alasan lain (ramai dan berdekat-dekatan) memang tidak bisa dipungkiri, namun, yang membuat pachinko parlor unik adalah apa yang orang-orang lakukan atau apa yang mereka tidak lakukan di dalamnya. Tidak seperti restoran dan toko di mana orang-orang bersantai dan mengobrol, pachinko parlor membuat para pengunjungnya menikmati waktu mereka sendiri.

Berbicara dengan orang lain juga akan membuat suaramu tidak terdengar karena musik di tempat ini sangat kencang. Hal ini membuat orang-orang yang berdempetan di sini terlalu fokus pada aktivitas mereka tanpa membuka mulut mereka sama sekali.

Hal inilah yang membuat pachinko parlor sukses dari serangan virus corona, yaitu menutup mulut. “Orang Jepang terlalu fokus pada tiga hal yang digembor-gemborkan pemerintah: tempat ramai, tempat tertutup, dan berdekat-dekatan, namun sebenarnya sudah jelas bahwa virus ini akan sulit menyebar jika tidak ada orang berbicara," ujar Dr. Riko Muranaka, seorang ahli yang menangani isu info-info simpang siur tentang COVID-19.

"Pachinko parlor, di mana orang-orang jarang mengobrol," sambungnya. "Bisa dikatakan memiliki risiko rendah dalam penyebaran infeksi jika semua orang mengenakan masker."

Mendengar kabar "bahagia" tersebut, para fans pachinko pun senang. “Aku menyesal telah menuduh mereka sebagai tempat berisiko tinggi,” ujar salah satu penggemar yang tak disebutkan namanya.

Meski begitu, tes COVID-19 di Jepang memang masih “mencurigakan” dan kemungkinan bahwa bisa saja pachinko parlor menjadi klaster baru namun tidak pernah dilaporkan. Selain itu, terdapat aktivitas seperti menyentuh mesin, merokok, dan memakan camilan yang dapat meningkatkan risiko penyebaran COVID-19 di dalam pachinko parlor. Sehingga pachinko parlor kurang lebih memiliki risiko yang sama dengan tempat ramai lain jika dikaitkan dengan COVID-19.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait