Jokowi 'Sumringah' Kawasan Pantura Mampu Saingi Tiongkok, Soal Apa?
Nasional

Presiden Joko Widodo menyatakan rasa bahagianya terkait kawasan Pantura yang dinilai mampu bersaing dengan Tiongkok lewat proyek yang sedang digarap ini. Apa itu?

WowKeren - Presiden Joko Widodo menyatakan rasa bahagianya terkait proyek kawasan industri Batang di Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Pasalnya, proyek di Pantura ini dinilai Jokowi mampu bersaing dengan Tiongkok.

Jokowi menjelaskan jika kawasan Pantura ini siap menampung relokasi pabrik-pabrik dari Tiongkok. Ia mengatakan setidaknya sebanyak 199 perusahaan Tiongkok memiliki potensi relokasi di wilayah tersebut.

Dari angka tersebut, sudah ada 7 pabrik Tiongkok yang telah memastikan masuk ke Indonesia. Selain itu, 17 perusahaan lainnya masih dalam proses antrean untuk membangun pabrik di kawasan Pantura.

”Saya senang hari ini sudah ada yang masuk 7. Udah pasti ini yang 7,” kata Jokowi saat meninjau kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah pada Selasa (30/6) lalu. “Kemudian ada 17 yang memiliki komitmen besar sudah masuk ke 60 persen hampir 100 persen.”


Kini, proyek tersebut kembali mendapatkan kabar baik setelah dalam waktu 6 bulan kedepan dipastikan siap fungsi. Selain itu, harga lahannya yang disiapkan bisa bersaing dengan harga tanah yang berada di Tiongkok.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dody Widodo menjelaskan kawasan ini masih diakselerasi pembangunannya. Ia mengaku pihaknya terus memantau kesiapan kawasan industri yang akan dijadikan lokasi untuk menampung sejumlah pabrikan multinasional di Indonesia.

”Kami menyampaikan bahwa pemerintah ingin pembangunan 450 hektare dari total lahan 4.300 hektare bisa selesai dalam kurun waktu 6 bulan,” kata Dody seperti dilansir dari CNBCIndonesia, Selasa (28/7). “Namun, harga lahan dan fasilitas di kawasan industri Batang mampu bersaing dengan kawasan industri di negara lain seperti Tiongkok.”

Dody menjelaskan jika pengembangan di kawasan Pantura ini menggunakan konsep The Smart and Sustainable Industrial Estate. Oleh sebab itu, kawasan industri Batang ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti perumahan pekerja, unit pendidikan, layanan kesehatan, dan ketersediaan rantai pasok antara sektor industri.

Adapun total wilayah yang akan dibangun adalah sekitar 2.027 dari 4.500 hektare hingga 2024 mendatang. Dody mengatakan kawasan ini tidak hanya berfokus sebagai daya tarik saja tetapi juga dapat difungsikan sebagai supply chain di koridor Pantura Jawa.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts