Kasus COVID-19 Terus Melonjak, Hong Kong Larang Perkumpulan Lebih dari 2 Orang
AP
Dunia

Hong Kong juga memberi larangan total untuk makan di restoran, dan kewajiban memakai masker di semua tempat umum, termasuk di luar ruangan. Aturan ini akan mulai berlaku pada Rabu (29/7).

WowKeren - Otoritas Hong Kong mengumumkan pembatasan lanjutan untuk menghentikan lonjakan penyebaran virus corona (COVID-19). Salah satunya adalah dengan memberlakukan larangan pertemuan lebih dari dua orang, larangan total untuk makan di restoran, dan kewajiban memakai masker di semua tempat umum, termasuk di luar ruangan.

Langkah pembatasan ini akan mulai berlaku pada Rabu (29/7) mendatang. Aturan pembatasan kali ini adalah pertama kalinya bagi Hong Kong benar-benar melarang warganya makan di restoran.

"Situasinya sangat mengkhawatirkan," kata Kepala Sekretaris Matthew Cheung. Ia menambahkan bahwa wabah saat ini adalah yang paling parah yang pernah dialami Hong Kong. "Tindakan itu akan diberlakukan selama tujuh hari," katanya.

Pada awal Juli, Hong Kong sudah memberlakukan sejumlah larangan. Di antaranya adalah menghentikan layanan makan malam mulai jam 6 sore karena kekhawatiran akan adanya gelombang infeksi ketiga, tetapi tetap mengizinkan restoran dan kafe berfungsi sepanjang hari seperti biasa.


Namun karena lonjakan kasus COVID-19 terus terjadi selama tiga minggu terakhir, pemerintah setempat akhirnya memberlakukan sejumlah larangan baru. Pihak berwenang juga memperingatkan bahwa warga menjadi terlalu santai tentang penggunaan masker dan menjaga jarak sosial.

Selama akhir pekan otoritas setempat meningkatkan kontrol, menutup sejumlah wisata pantai, dan memperkenalkan aturan baru untuk membatasi pelayaran dan penerbangan.

Sebagai informasi tambahan, sejauh ini Hong Kong telah mencatatkan sebanyak 2,779 kasus COVID-19. Dari angka tersebut, ada 22 pasien yang dinyatakan meninggal dunia. Sementara jumlah pasien sembuh menyentuh angka 1,495 jiwa, dengan kasus aktif sejumlah 1,262 pasien.

Sedangkan secara global, pandemi virus corona telah menginfeksi sebanyak lebih dari 16,6 juta pasien. Korban tewas mencapai angka 656,550 jiwa, dan pasien sembuh menembus 10,232,051 orang. Hingga kini, masih ada lebih dari 5,7 juta kasus aktif COVID-19 yang terus ditangani di seluruh dunia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait