Kota Wuhan, Tiongkok, kembali dibuka usai wabah COVID-19 telah mereda. Pembukaan kota tersebut rupanya mendatangkan ratusan turis yang penasaran dengan 'kota asal virus corona' tersebut.
- Nidya Putri
- Selasa, 28 Juli 2020 - 14:26 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (COVID-19) berawal pada akhir tahun 2019 dengan munculnya penyakit "pneumonia misterius" di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Saat ini, kota tersebut telah dinyatakan pulih dari wabah virus corona.
Para turis pun berbondong-bondong untuk mengunjungi kota 'tempat asal COVID-19' tersebut. Pada Sabtu (25/7) lalu, sekitar 500 turis dari Provinsi Henan tiba di Wuhan. Itu adalah kelompok wisatawan terbesar dari provinsi luar sejak Hubei memutuskan untuk membuka kembali pariwisatanya pada 17 Juli silam karena pengendalian wabah sudah stabil.
Wuhan sendiri sempat di-lockdown pada pada 23 Januari 2020 silam. Oleh karenanya, pariwisata terkena imbas dan dilarang untuk mengorganisir kunjungan turis ke kota itu.
Namun, sejak 2 Juni lalu, semua distrik di Wuhan telah diklasifikasikan sebagai area yang minim risiko akan wabah COVID-19. "Meski kota (Wuhan) ini telah dibuka pada 8 April lalu, orang-orang masih meragukan apakah kota ini sudah aman, atau apakah wabah akan kembali muncul. Makanya, tidak banyak turis yang datang. Tapi sekarang, keraguan mereka sudah sirna," ujar Lu Ming, asisten wakil manajer dari Tempat Wisata Padang Rumput 'Mulan' merujuk pada nama film keluaran Disney.
Akan tetapi, pemerintah kota Wuhan masih memberikan aturan bahwa jumlah pengunjung harus separuh dari angka yang dibatasi pemerintah sebagai tindak pencegahan terhadap penularan wabah.
"Bahkan di bawah pembatasan, angka turis dari provinsi lain sejak 17 Juli lalu telah mencapai 80 persen, persis dengan yang terjadi di tahun lalu," ungkap Lu. "Tidak ada keraguan bahwa kami akan menerima pengunjung lebih banyak dari seluruh China di masa mendatang."
Jia Chao, seorang manajer operator pariwisata dari Zhumadian, Henan, mengunjungi Wuhan untuk melihat bagaimana situasi wabah dikendalikan di kota itu sebelum mengajak 57 orang pengunjung ke kota itu. "Disinfeksi rutin setiap hari di hotel dan bahkan pada setiap pegangan pintu tiap ruangan, yang membuat saya dan banyak tamu merasa yakin dengan upaya-upaya pengendalian wabah di Wuhan," ujarnya.
Kebanyak orang kini telah mempelajari lebih lanjut tentang Wuhan setelah hampir setiap hari menonton pemberitaan di media bahwa kota itu tengah berjuang melawan COVID-19. Mereka juga menyaksikan kota Wuhan pulih, Jia Chao mengungkapkan bahwa dia tidak terkejut dengan melonjaknya para wisatawan sejak kota itu 'kembali ke jalurnya'.
Seorang manajer pariwisata lain bernama Zhang Yaqing, membawa 250 orang turis mengunjungi Wuhan baru-baru ini. "Saya memublikasikan jadwal perjalanan tur pada Kamis sore dan semua tempat (rencana tur) langsung dipesan penuh pagi harinya," ungkap Yaqing.
Sementara itu, sejak Jumat (24/7), 80 persen dari 425 hotel berbintang di Hubei telah melanjutkan operasional. Sebanyak 339 titik wisata di kota itu telah dibuka untuk turis, menurut keterangan pemerintah provinsi.
(wk/nidy)