Jokowi Kurban Sapi di 34 Provinsi, Beratnya Hampir 1 Ton
Twitter/jokowi
Nasional
Idul Adha di Tengah Corona

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan jika sebagian besar sapi-sapi tersebut sudah disalurkan ke masing-masing wilayah di Tanah Air.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan menyumbang puluhan ekor sapi untuk berkurban di hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7). Sapi-sapi tersebut disalurkan ke 34 provinsi sehingga masing-masing provinsi akan mendapatkan satu ekor sapi.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. Selain berkurban di masing-masing provinsi, Jokowi juga akan menyerahkan hewan kurban ke Masjid Istiqlal.

"Kurban nanti semua provinsi, dan ke Istiqlal (Masjid Istiqlal) juga," kata Heru, Kamis (30/7). "Masing-masing provinsi, satu sapi."

Terkait berat sapi itu sendiri, Heru menyebutkan jika beratnya berkisar antara 800 kilogram sampai 1 ton. Sapi-sapi tersebut sebagian besar sudah disalurkan ke masing-masing wilayah Indonesia dan siap dikurbankan besok.

"Kemarin minggu lalu saya sudah video conference ke pak gubernur untuk disalurkan. Semuanya sudah disalurkan," ujar Heru.


Adapun penyaluran sapi dilakukan sejak Senin (27/7). "Dari Senin kemarin saya sudah sosialisasikan agar semuanya tersalurkan. Ada yang Senin, Selasa, Rabu dan terakhir hari ini," kata Heru.

Suasana perayaan Idul Adha kali ini tampaknya akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tentu saja hal ini disebabkan karena masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah merilis panduan untuk pelaksanaan Idul Adha di tengah pandemi.

Dalam panduan interim yang dikeluarkan 25 Juli 2020, WHO lagi-lagi mengingatkan tentang aturan jaga jarak. Antar orang satu dengan lainnya, jarak fisik minimal yang dianjurkan adalah satu meter.

Pada umumnya, Idul Adha dilakukan dengan melakukan ibadah secara berjamaah. Untuk aktivitas yang satu ini, WHO mengimbau agar orang yang merasa tidak enak badan atau mengalami gejala serupa COVID-19 untuk tidak ikut serta.

Begitu pula orang-orang yang berusia lebih dari 60 tahun maupun memiliki penyakit seperti diabetes, hipertensi, serta sakit jantung dan paru-paru. Sebab mereka lebih rawan terpapar karena daya tahan tubuh yang relatif lebih rendah.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts