Presiden Lebanon Umumkan Status Darurat Dua Minggu Usai Insiden Ledakan di Beirut
Getty Images
Dunia

Dalam pernyataan resminya, Presiden Lebanon Michael Aoun juga bersumpah bahwa pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya ledakan ini akan mendapatkan hukuman paling berat.

WowKeren - Insiden ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8) malam waktu setempat kini tengah menjadi sorotan internasional. Terkait insiden yang menewaskan ratusan korban jiwa dan ribuan korban luka tersebut, Presiden Lebanon Michael Aoun pun mengumumkan status darurat negaranya selama dua pekan.

Presiden Aoun menyerukan pertemuan kabinet darurat pada hari ini, Rabu, (5/8). Dalam pernyataan resminya, Aoun mengatakan tidak dapat menerima bahwa 2.750 ton amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun tanpa langkah-langkah keamanan. Ia bersumpah bahwa pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi hukuman paling berat.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, yang mengatakan pemerintah akan mencari pihak yang bertanggung jawab atas ledakan di Beirut. "Mereka yang bertanggung jawab akan menanggung akibatnya,” kata Diab dalam pernyataan lewat siaran televisi.

Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut memperingatkan warga kota soal adanya laporan gas beracun dari ledakan ini. Pihak kedubes meminta warga untuk tinggal di dalam rumah dan memakai masker wajah.


Sebelumnya, pihak berwenang Lebanon mengatakan kebakaran di sebuah gudang yang berisi bahan peledak di Pelabuhan Beirut menyebabkan ledakan besar, yang meratakan bangunan tiga lantai dan terdengar di seluruh kota dan pinggirannya.

Di sisi lain, insiden yang terjadi di salah satu pelabuhan di Beirut ini dilaporkan merenggut lebih dari 100 nyawa dan melukai sekitar 3 ribu orang. Ledakan tersebut begitu kuat hingga dapat memicu gempa lokal dengan magnitudo 3,5.

Menurut Kepala Badan Keamanan Lebanon, Abbas Ibrahim, ledakan itu diduga kuat berasal dari sebuah gudang yang menyimpan bahan amonium nitrat yang berdaya ledak tinggi. Bahan kimia itu disita dari sebuah kapal beberapa tahun lalu.

Seorang pakar bahan peledak, Boaz Hayoun, menduga ledakan itu dipicu oleh kembang api. Dia mengungkapkan dugaan ini berdasarkan analisis rekaman video. "Sebelum ledakan, di tengah titik ledakan, terlihat percikan dan terdengar suara seperti popcorn dan terdengar siulan. Itu mirip kembang api," kata Hayoun.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts