Lebanon Terancam Alami Krisis Pangan Usai Gudang Gandum Hancur dan Terkontaminasi Akibat Ledakan
Reuters/Issam Abdallah
Dunia

Lebanon mengimpor sekitar 80 persen dari pasokan gandumnya. Kini gudang yang menyimpan pasokan gandum negara tersebut dilaporkan hancur pasca terjadinya ledakan di Beirut.

WowKeren - Insiden ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8) malam waktu setempat kini tengah menjadi sorotan internasional. Kini, insiden yang menewaskan ratusan korban jiwa dan ribuan korban luka tersebut diprediksi bakal berujung krisis pangan bagi warga Lebanon.

Berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat, Lebanon mengimpor sekitar 80 persen pasokan gandumnya. Kini gudang yang menyimpan sekitar 85 persen pasokan gandum negara tersebut dilaporkan hancur pasca terjadinya ledakan.

Kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), menyatakan bahwa Menteri Ekonomi dan Perdagangan Raoul Nehme menyebut gudang gandum telah terkontaminasi dan tidak bisa digunakan. Tapi ia bersikeras cadangan gandum Lebanon cukup dan pemerintah akan segera mengimpornya lagi.

Sebelum ledakan terjadi, negara Timur Tengah itu sebenarnya sudah mengalami krisis ekonomi akibat tingginya tingkat inflasi, ditambah dengan adanya pandemi virus corona (COVID-19). Tingkat inflasi yang tinggi menyebabkan nilai tukar pound, mata uang Lebanon, semakin lemah. Tingkat inflasi tahunan Lebanon melonjak ke 89,74 persen pada Juni 2020. Ini menjadi tingkat tertinggi sejak Desember 2008.

Pada Mei, Inflasi Lebanon sebesar 56,53 persen, yang terjadi karena meningkatnya krisis ekonomi dan mata uangnya yang runtuh di tengah krisis politik. Lebanon masuk ke dalam hiperinflasi yang sulit dibendung. Bahkan mata uang pound Lebanon nilainya sudah terdegradasi hingga 80 persen dari dolar AS.


Saat ini semua serba langka di Lebanon. Listrik dijatah 2-4 jam per rumah tangga per hari. Bandara di Beirut pun telah ditutup karena tak ada ketersediaan listrik dan tak ada lagi lampu lalu lintas yang menyala.

Makanan pokok pun juga langka. Roti hingga susu selain harganya sangat mahal akibat inflasi tinggi juga susah didapatkan. Bahkan disebutkan bahwa gaji pensiun sebesar USD 700 pun kini menurun drastis senilai USD 100.

Pemerintah Lebanon yang didukung Iran telah melakukan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF), membicarakan kesepakatan dana talangan 10 miliar dolar AS. Namun pembicaraan terhenti dan bantuan IMF urung datang. Tak ada deal antara Beirut dan IMF soal ini.

Di sisi lain, insiden yang terjadi di salah satu pelabuhan di Beirut ini dilaporkan merenggut lebih dari 100 nyawa dan melukai sekitar 3 ribu orang. Ledakan tersebut begitu kuat hingga dapat memicu gempa lokal dengan magnitudo 3,5.

Menurut Kepala Badan Keamanan Lebanon, Abbas Ibrahim, ledakan itu diduga kuat berasal dari sebuah gudang yang menyimpan bahan amonium nitrat yang berdaya ledak tinggi. Bahan kimia itu disita dari sebuah kapal beberapa tahun lalu.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts