Pengguna Vape Terancam Risiko 5 Kali Lebih Besar Terinfeksi Corona, Ini Tips Pencegahannya
Pxhere
Health
COVID-19 di Indonesia

Penelitian terbaru mengungkapkan bagaimana pengguna vape yang berusia muda berisiko tinggi hingga lima kali lebih besar terinfeksi virus corona. Ini penjelasannya.

WowKeren - Penelitian terbaru mengungkapkan bahayanya menggunakan vape di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Hal ini terkait potensi penularan virus corona yang semakin tinggi pada pengguna vape yang masih berusia muda.

Dilansir dari USA Today, temuan tersebut didapatkan dari para peneliti di Stanford University School of Medicine. Para peneliti menemukan jika pengguna vape berisiko lima kali lebih besar terinfeksi virus corona daripada orang yang tidak vaping.

Studi yang dimuat dalam Journal of Adolescent Health ini juga menemukan fakta mengerikan terkait para pengguna vape yang juga merokok. Mereka dinilai berpotensi 7 kali lebih besar tertular COVID-19.

”Orang muda mungkin percaya usia mereka melindungi mereka dari tertular virus atau bahwa mereka tidak akan mengalami gejala COVID-19,” jelas penulis utama studi itu, Shivani Mathur Gailha seperti dilansir dari USA Today, Kamis (13/8). “Tetapi data menunjukkan bahwa ini tidak benar di antara mereka yang melakukan vape.”

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei pada 4.300 peserta dengan usia muda, yakni 13 hingga 24 tahun. Para peserta yang mengikuti studi ini berasal dari seluruh negeri, termasuk District of Columbia dan tiga wilayah Amerika Serikat (AS).

Selanjutnya, hasil studi akan disesuaikan dengan sejumlah faktor yang dinilai mempengaruhi risiko penularan virus corona. Diantaranya faktor usia, jenis kelamin, ras, etnis, pendidikan, indeks massa tubuh, kepatuhan terhadap perintah atau imbauan negara untuk pencegahan virus corona.


Dalam survei, peneliti memberikan pertanyaan pada peserta apakah mereka menggunakan vape atau merokok dalam sebulan terakhir. Mereka juga diberi pertanyaan apakan pernah merasakan gejala virus corona hingga dinyatakan positif COVID-19.

Hasil penelitian kemudian menyimpulkan jika pengguna vape lima kali lebih mungkin terpapar virus corona. Jika terinfeksi, mereka bahkan disebutkan berpotensi tinggi merasakan gejala virus corona seperti batuk, demam, kelelahan, dan kesulitan bernapas.

”Setidaknya secara hipotetis, ini sejalan dengan apa yang telah kita pelajari tentang rokok elektrik,” kata Kepala Paru-Paru dan Perawatan Kritis di West Virginia University Medicine, Dr Sunil Sharma. “Ini memang membahayakan paru-paru.”

”Dalam beberapa hal, (merusak) paru-paru diterjemahkan menjadi berkurangnya kekebalan terhadap infeksi,” sambungnya. “Dan itu pasti bisa berarti lebih banyak kecenderungan untuk COVID-19.”

Penulis Senior Studi dan Profesor Pediatri di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, Dr Bonnie Halpern-Felsher memberikan sejumlah tips cegah penularan virus bagi pengguna vape. Salah satunya adalah dengan tidak berbagi vape kepada orang-orang terdekat demi mencegah penularan virus melalui cairan.

”Beberapa teman berbagi perangkat vaping mereka,” saran Felsher. “Jangan menyentuh wajah Anda. Vapers dapat menularkan virus dari tangan ke wajah setiap kali membawa perangkat ke mulut. Dan menghirup menawarkan jalur langsung bagi virus untuk memasuki saluran pernapasan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts