WHO Remehkan Risiko Penularan Virus Corona yang Ditemukan di Makanan Beku
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tiongkok juga menemukan virus corona pada sampel sayap ayam beku yang diimpor dari Brasil ke kota Shenzhen. Temuan tersebut lantas menimbulkan kekhawatiran seiring dengan meningkatnya kasus positif COVID-19 di dunia.

WowKeren - Tiongkok melaporkan adanya virus corona (COVID-19) yang ditemukan di kemasan produk seafood beku impor yang tiba di kota Dalian. Selain itu, Tiongkok juga menemukan virus corona pada sampel sayap ayam beku yang diimpor dari Brasil ke kota Shenzhen.

Otoritas Shenzhen mengidentifikasi produk ayam tersebut berasal dari pabrik milik Aurora, eksportir unggas dan babi terbesar ketiga di Brasil. Temuan tersebut lantas menimbulkan kekhawatiran seiring dengan meningkatnya kasus positif COVID- 19 di dunia.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun buka suara. Virus corona disebut dapat bertahan selama dua tahun pada suhu minus 20 derajat Celcius.

Namun, ilmuwan dan pejabat menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan jika virus corona dapat menyebar melalui makanan beku. "Masyarakat tidak boleh takut kepada makanan, kemasan makanan, atau pengantaran makanan," tutur Kepala Program Darurat WHO, Mike Ryan, dilansir Reuters pada Jumat (14/8).


Dalam sebuah pernyataan bersama, Administrasi Makanan dan Obat dan Departemen Pertanian Amerika Serikat juga menyatakan hal senada. "Tidak ada bukti orang dapat tertular COVID-19 dari makanan atau dari kemasan makanan," demikian kutipan pernyataan tersebut.

Sementara itu, perusahaan Aurora di Brasil mengaku belum diberitahu oleh otoritas Tiongkok secara resmi tentang dugaan kontaminasi COVID-19 pada produknya. Pihak Aurora mengatakan akan mengambil semua tindakan yang mungkin untuk mencegah penyebaran virus corona dan tidak ada bukti penyebarannya melalui makanan.

Kementerian Pertanian Brasil sendiri mengaku tengah mencari klarifikasi dari otoritas Tiongkok. Sedangkan otoritas kesehatan Shenzhen melacak serta melakukan tes terhadap semua orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan produk makanan yang berpotensi terkontaminasi virus corona itu.

Berdasarkan pemberitahuan Kota Shenzhen, semua tes menunjukkan hasil negatif. "Sulit untuk mengatakan pada tahap mana ayam beku itu terinfeksi," ungkap seorang pejabat eksportir daging Brasil yang berbasis di Tiongkok.

Meski demikian, Kantor Pusat Pencegahan dan Pengendalian Epidemi Shenzhen mengatakan masyarakat perlu mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi dari daging dan makanan laut impor. Selain memeriksa semua wadah daging dan makanan laut yang masuk ke pelabuhan utama dalam beberapa bulan terakhir, Tiongkok juga telah menangguhkan impor daging dari berbagai negara.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts