Para peneliti di Filipina melaporkan strain baru SARS-CoV-2 yang diyakini jauh lebih menular dibandingkan varian asli yang menyebabkan COVID-19. Keberadaan D614G atau varian 'G' ini telah dipublikasikan sejak pekan lalu.
- Nidya Putri
- Selasa, 18 Agustus 2020 - 15:47 WIB
WowKeren - Para peneliti di Filipina, melalui Philippine Genome Center (PGC), melaporkan strain baru SARS-CoV-2 yang diyakini jauh lebih menular dibandingkan varian asli yang menyebabkan COVID-19. Hal ini dipublikasikan oleh mereka pada pekan lalu dimana PGC mengonfirmasi keberadaan D614G atau varian 'G' dalam sampel kecil kasus positif dari kota Quezon.
Dilansir GMA News Online, beberapa penelitian internasional telah mencatat bahwa varian G telah menjadi bentuk SARS-CoV-2 yang dominan secara global. "Berbarengan dengan pengamatan bahwa G614 saat ini adalah virus yang dominan, penulis mengklaim bahwa mutasi tersebut dapat meningkatkan tingkat penularan virus," tulis PGC.
Seorang pakar penyakit menular, Dr. Edsel Salvana sebelumnya mengatakan bahwa lonjakan infeksi pada Juli, kemungkinan sebagian disebabkan oleh varian G tersebut. Namun, hal ini belum bisa dibuktikan lantaran pada saat itu tak terdeteksi.
"Mutasi D614G membuat virus lebih menular," ujar Salvana. "Ini dapat menyebar lebih cepat dan membanjiri sistem perawatan kesehatan kita jika kita tidak menggandakan upaya pengendalian, dan dapat menyebabkan jumlah kematian secara keseluruhan yang lebih tinggi."
Sementara itu, para ilmuwan di Scripps Research di Amerika Serikat juga mengamati bahwa varian G meningkatkan jumlah lonjakan yang menjadi ciri SARS-CoV-2, memungkinkannya untuk mengikat dan membobol sel manusia dengan lebih baik serta menjadi lebih stabil.
"Namun, masih belum ada bukti pasti yang menunjukkan bahwa pembawa varian G614 sebenarnya lebih dapat ditularkan, dan mutasi tersebut tampaknya juga tidak mempengaruhi hasil klinis secara substansial," kata jelas PGC. "Namun demikian, mengingat penyebaran geografis G614 saat ini yang luas, pemantauan terus menerus dari mutasi tersebut harus dilakukan untuk lebih memahami lintasan evolusi SARS-CoV-2 untuk menginformasikan strategi penahanan, diagnostik, dan terapeutik."
Menyusul adanya laporan mutasi virus SARS-CoV-2 ini, Department of Health Filipina pun memperingatkan publik agar lebih berhati-hati terhadap COVID-19. "Kita tahu bahwa jika Anda memiliki subtipe itu, maka Anda memiliki risiko penularan lebih tinggi. Jadi semakin kami harus memperkuat upaya dalam pelacakan kontak jika menemukan kasus, dan mengikuti protokol kesehatan," kata spesialis penyakit menular Dr. Rontgene Solante.
(wk/nidy)