Vaksin COVID-19 Tiongkok Dijual 2,1 Juta Per Paket
Dunia

Otoritas kesehatan dan perusahaan dari berbagai negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin COVID-19. Setidaknya, lebih dari 200 vaksin potensial telah dikembangkan.

WowKeren - Tiongkok diketahui telah mematenkan vaksin COVID-19 buatan mereka pada Minggu (16/8), menyusul vaksin buatan Rusia. Kini, laporan terbaru menyebut bahwa vaksin buatan Grup Farmasi Nasional Tiongkok (Sinopharm) itu kemungkinan dihargai tidak lebih dari 1.000 yuan (sekitar Rp 2,1 juta) per satu paket isi dua dosis.

Kabar ini dikatakan kepala Sinopharm, Liu Jingzhen. Sinopharm menargetkan vaksin buatannya dapat digunakan oleh publik pada akhir 2020. Sejauh ini, vaksin Sinopharm masih menjalani uji klinis III atau tahap akhir di Uni Emirat Arab guna mengetahui keampuhan dan efek samping vaksin sebelum mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait.

"Vaksin tidak akan dijual dengan harga tinggi. Kemungkinan, untuk satu dosis vaksin, harganya sekitar ratusan yuan, dan untuk dua dosis vaksin kurang dari 1.000 yuan," kata Liu, sebagaimana dilansir dari Republika.

Lebih lanjut, Liu tidak menyebutkan kemungkinan program asuransi pemerintah akan menanggung sebagian biaya vaksin untuk nasabah. Ia juga tidak menyebut kemungkinan vaksin COVID-19 akan masuk dalam program vaksinasi gratis pemerintah.

Sementara itu, dua jenis vaksin yang dikembangkan dengan metode sejenis buatan China National Biotec Group (CNBG), salah satu unit usaha Sinopharm, telah memasuki tahap uji klinis. Total produksi vaksin buatan CNBG dari dua pabriknya di Wuhan dan Beijing diperkirakan dapat mencapai lebih dari dua juta dosis per tahun.


Sebagai informasi tambahan, otoritas kesehatan dan perusahaan dari berbagai negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin COVID-19. Setidaknya, lebih dari 200 vaksin potensial telah dikembangkan dan lebih dari 20 di antaranya telah memasuki tahapan uji klinis atau uji coba ke manusia.

Sebelumnya, Rusia lebih dulu mengumumkan pihaknya telah memulai produksi vaksin COVID-19 pertamanya. Produksi awal vaksin COVID-19 yang diberi nama Sputnik V ini akan diprioritaskan untuk kalangan dokter dan petugas kesehatan sebelum disebarkan ke publik.

Presiden Rusia Vladimir Putin memastikan vaksin Sputnik V telah menjalani serangkaian pengujian yang tepat dan aman. Putin menyatakan penggunaan vaksin Sputnik V sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan Rusia. Bahkan Putin mengklaim putrinya menjadi relawan dalam uji klinis vaksin.

"Dalam hal ini, dia ikut dalam percobaan. Setelah vaksinasi pertama, dia memiliki suhu tubuh 38 derajat celcius, sedangkan hari berikutnya sedikit di atas 37 derajat celcius. Setelah suntikan kedua, vaksinasi kedua, suhunya juga naik sedikit, lalu semuanya beres, dia merasa baik dan titer (antibodi) tinggi," ucapnya.

"Saya ingin menegaskan bahwa ini telah lulus semua tes yang diperlukan. Yang paling penting adalah memastikan keamanan penuh penggunaan vaksin dan efektivitasnya," tegasnya.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait