Erdogan Sebut Kesepakatan UEA dan Israel Telah Bunuh Perjuangan Warga Palestina
Getty Images
Dunia

Sebelumnya, Presiden Erdogan bahkan mengaku berencana menghentikan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) usai negara tersebut sepakat berdamai dengan Israel.

WowKeren - Partai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, AK Party, mengkritik kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel. Menurutnya, hal itu merupakan bunuh diri politik terhadap perjuangan Palestina.

"Menempatkan normalisasi dalam agenda tanpa mempertimbangkan agresi Israel di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki dan menyebut negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya berarti menerima agresi Israel," kata juru bicara AK Party, Omer Celik.

Langkah UEA melakukan normalisasi hubungan dengan Israel juga merusak prospek solusi dua negara yang diusulkan komunitas internasional. Celik lantas menegaskan Turki akan selalu mendukung perjuangan Palestina.

Sebelumnya, Presiden Erdogan bahkan mengaku berencana menghentikan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) usai negara tersebut sepakat berdamai dengan Israel.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Erdogan mengklaim bahwa ia memberikan perintah kepada Menteri Luar Negeri Turki untuk mengakhiri hubungan diplomatik negaranya dengan Abu Dhabi. "Saya memberi perintah kepada Menteri Luar Negeri. Saya mengatakan kami dapat menangguhkan hubungan diplomatik dengan pemerintah Abu Dhabi atau menarik duta besar kami," kata Erdogan.


Bukan hanya itu, Erdoğan juga membuka wacana untuk memulangkan duta besar negaranya dari Uni Emirat Arab. "Kita mungkin mengambil langkah untuk mensuspens hubungan diplomatik dengan UEA atau menarik duta besar kita," ujar Erdogan.

Sebagaimana diketahui, Kamis pekan lalu Israel dan UEA berhasil mencapai kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik. Hal tersebut tercapai dengan bantuan Amerika Serikat (AS). Itu merupakan kesepakatan damai pertama Israel dengan negara Arab dalam 26 tahun.

Di bawah kesepakatan normalisasi dengan UEA, Israel disebut setuju untuk menangguhkan pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat. Hal itu pun diutarakan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayad Al Nahyan. "Kesepakatan telah dicapai untuk menghentikan lebih jauh aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina," kata Mohammed bin Zayad Al Nahyan melalui akun Twitter pribadinya.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan, rencana aneksasi tidak sepenuhnya disingkirkan. "Kami tidak akan menyerahkan hak kami atas tanah kami. Tidak ada perubahan rencana saya untuk memperluas kedaulatan, kedaulatan kami atas Yudea dan Samaria (Tepi Barat), di bawah koordinasi penuh dengan AS," kata Netanyahu.

Normalisasi hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab dan Israel dipenuhi nuansa bisnis. Sektor-sektor yang akan dikembangkan beberapa di antaranya, yakni investasi, telekomunikasi, energi, dan keamanan.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait