Trump memang sempat memicu keributan baru setelah mengatakan bahwa Selandia Baru sedang berada dalam cengkeraman lonjakan kasus COVID-19 yang mengerikan.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 19 Agustus 2020 - 14:06 WIB
WowKeren - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyanggah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyatakan kalau negara tersebut telah mengalami lonjakan besar dalam kasus virus corona (COVID-19).
Jacinda Ardern menyatakan, sedikitnya kasus per hari Selandia Baru tidak bisa dibandingkan dengan puluhan ribu jumlah infeksi tiap hari yang dilaporkan di AS. "Saya pikir siapa pun yang mengikuti COVID dan penularannya secara global akan dengan mudah melihat bahwa sembilan kasus Selandia Baru dalam sehari tidak sebanding dengan puluhan ribu di Amerika Serikat, dan pada kenyataannya tidak sebanding dengan kebanyakan negara di dunia," ujar Perdana Menteri Selandia Baru tersebut.
Secara tegas, Ardern menyatakan klaim Trump merupakan kesalahan. "Kami masih menjadi salah satu negara dengan kinerja terbaik di dunia dalam hal COVID. Pekerja kami fokus untuk tetap seperti itu," katanya menambahkan.
Pada Selasa (18/8) waktu setempat, Trump memang sempat memicu keributan baru setelah memberi tahu kerumunan di Minnesota bahwa negara di Pasifik Selatan berpenduduk lima juta orang berada dalam cengkeraman lonjakan kasus COVID-19 yang mengerikan.
"Masalahnya adalah lonjakan besar di Selandia Baru, Anda tahu itu mengerikan. Kami tidak menginginkan itu," ujar Presiden berusia 74 tahun tersebut.
Selandia Baru diketahui telah melaporkan 13 infeksi baru dikonfirmasi pada Selasa. Jumlah itu menambah total kasus COVID-19 di Selandia Baru menjadi 1.293, dengan 22 kematian. Jumlah ini tentu saja sangat jauh jika dibandingkan dengan angka penularan COVID-19 di AS yang mencapai lebih dari 5,2 juta kasus dan 170 ribu kematian.
Sejauh ini, tingkat kematian Selandia Baru per 100 ribu orang atau sekitar 0,44, menjadikan salah satu yang terendah di dunia. Sedangkan AS memiliki angka kematian 5,21 per 100 ribu, artinya salah satu yang tertinggi di dunia.
Sebagai informasi tambahan, Selandia Baru memiliki laporan infeksi dan menekan angka kematian lebih baik daripada kebanyakan negara selama pandemi. Hanya saja, kebangkitan COVID-19 yang tiba-tiba pekan lalu di Auckland mendorong pemerintah untuk memperpanjang karantina hingga 26 Agustus.
(wk/luth)