Menantu Trump sekaligus penasihat Gedung Putih, Jared Kushner, menyebut normalisasi hubungan diplomatik akan memberikan dampak positif pada kepentingan Riyadh.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:25 WIB
WowKeren - Penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner, mendesak Arab Saudi melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Menurut Kushner, hal itu akan memberikan dampak positif pada kepentingan Riyadh.
"Ini akan sangat bagus untuk bisnis Saudi, ini akan sangat baik untuk pertahanan Saudi, dan, sejujurnya, saya pikir itu juga akan membantu rakyat Palestina," tutur menantu Donald Trump tersebut.
Kushner mengungkapkan, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) telah berulang kali menyatakan keinginan agar Palestina dapat merdeka dengan memiliki peluang ekonomi. "Apa yang pada dasarnya mereka katakan adalah bahwa mereka ingin melihat rakyat Palestina memiliki negara dan peluang ekonomi. Banyak negara-negara ini berkepentingan dari sudut pandang keamanan dan dari sudut pandang ekonomi untuk memiliki hubungan dengan Israel," ujarnya.
Kushner juga berpendapat normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel juga penting untuk menghadapi ancaman Iran. "Semakin banyak negara bersatu seperti Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) semakin sulit bagi Iran untuk membelah dan menaklukkan," lanjutnya.
"Jika Anda berpikir tentang orang-orang yang tidak ingin Arab Saudi dan Israel membuat perjanjian damai, lawan nomor satu untuk itu adalah Iran. Itu menunjukkan bahwa mungkin itu hal yang benar untuk dilakukan," imbuhnya lagi.
Sebagaimana diketahui, Kamis pekan lalu Israel dan UEA berhasil mencapai kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik. Hal tersebut tercapai dengan bantuan Amerika Serikat (AS). Itu merupakan kesepakatan damai pertama Israel dengan negara Arab dalam 26 tahun.
Di bawah kesepakatan normalisasi dengan UEA, Israel disebut setuju untuk menangguhkan pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat. Hal itu pun diutarakan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayad Al Nahyan. "Kesepakatan telah dicapai untuk menghentikan lebih jauh aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina," kata Mohammed bin Zayad Al Nahyan melalui akun Twitter pribadinya.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan, rencana aneksasi tidak sepenuhnya disingkirkan. "Kami tidak akan menyerahkan hak kami atas tanah kami. Tidak ada perubahan rencana saya untuk memperluas kedaulatan, kedaulatan kami atas Yudea dan Samaria (Tepi Barat), di bawah koordinasi penuh dengan AS," kata Netanyahu.
Normalisasi hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab dan Israel dipenuhi nuansa bisnis. Sektor-sektor yang akan dikembangkan beberapa di antaranya, yakni investasi, telekomunikasi, energi, dan keamanan.
Sejauh ini, Arab Saudi belum memberikan pernyataan atau respons resmi atas tercapainya normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan UEA.
(wk/luth)