Di Australia, jenis pekerjaan ini mulai tidak dibutuhkan saat pandemi virus corona (COVID-19) berlangsung. Bahkan apabila pandemi telah berakhir ada kemungkinan jenis pekerjaan ini akan menghilang selamanya.
- Nidya Putri
- Kamis, 20 Agustus 2020 - 13:35 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) mempengaruhi sistem kerja dunia. Selain itu, adanya pandemi ini juga mampu merubah sistem kehidupan manusia.
Salah satunya terkait lapangan pekerjaan dan jenis pekerjaan. Di Australia sendiri jenis pekerjaan ini menjadi yang paling tidak dibutuhkan usai pandemi COVID-19 menyerang.
Pekerjaan sebagai manajer, terutama manajer level menengah diperkirakan akan menghilang usai pandemi berakhir. Alasannya, karena banyak perusahaan yang melakukan perampingan sebelum pandemi terjadi sekarang mempercepat langkah tersebut.
Dikutip dari ABC, seorang manajer bidang pemasaran Wendy Robertson harus melepaskan jabatannya tersebut di tengah pandemi. "Saya sudah menyadari bisnis di mana saya bekerja tidak akan bisa bertahan," katanya. "Bagi bos saya keadaannya lebih susah, dia mungkin akan lebih menderita dibandingkan saya."
Posisi manajerial bagi Wendy tidak akan ada lagi, karenanya ia diberhentikan. Sekarang ia hanya bekerja dengan sistem kontrak, yang ia tak pernah bayangkan sebelumnya.
Menurut sebuah perusahaan konsultan Martin North, apa yang dialami Wendy banyak terjadi pada banyak manajer level menengah yang sudah kehilangan pekerjaan. Martin North melakukan survei terhadap 1.000 orang dengan bertanya kekhawatiran apa yang mereka rasakan sekarang ini.
Dalam survei tersebut, mereka mampu melacak jenis industri apa yang paling rentan sekarang ini. "Sekarang ini kita melihat adanya pengangguran yang lebih terstruktur," katanya. "Jadi saya melihat mereka yang bekerja di sektor jasa keuangan, sektor konsultan, pekerjaan administrasi di sektor swasta, semua khawatir dengan pekerjaan mereka."
Sementara itu, Pemerintah Australia saat ini tengah dihadapkan persoalan sulit di sektor ekonomi akibat hantaman pandemi COVID-19. Tak hanya itu, pemerintah setempat juga memutuskan untuk me-lockdown salah satu negara bagiannya demi mencegah penularan virus corona yang lebih luas.
Hingga saat ini, Negeri Kanguru itu telah mencatat total kasus COVID-19 sebanyak 23.993. Dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 15.241 orang dan yang meninggal 450 orang.
(wk/nidy)