Bocah 7 Tahun Ini Tewas Tenggelam di Bathtub Diduga Gegara Corona, Kok Bisa?
Dunia

Anak laki-laki berusia 7 tahun asal Georgia, Amerika Serikat ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di bathtub rumahnya. Petugas koroner mengaitkan kematian itu dengan COVID-19.

WowKeren - Insiden tak terduga terjadi di Georgia, Amerika Serikat. Pasalnya seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun ditemukan meninggal dunia di bathtub rumahnya dan diduga berkaitan dengan COVID-19. Bagaimana bisa?

Dugaan ini muncul karena sang bocah ternyata positif COVID-19 usai menjalani serangkaian pemeriksaan post-mortem. Petugas koroner Bill Wessinger menyebut menyatakan mendiang sebelumnya sedang dalam kondisi sehat, setidaknya tak menunjukkan gejala klinis apapun, serta tidak memiliki penyakit atau kondisi penyerta.

Petugas koroner pun menduga sang bocah tenggelam akibat kejang-kejang. Kemungkinan kejang otot ini disebabkan oleh demam tinggi yang timbul ketika sedang mandi.

Beberapa ahli memang menyertakan kejang otot sebagai salah satu gejala yang bisa muncul pada anak-anak apabila mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius. Kendati demikian, laporan resmi soal kematian sang bocah masih harus menunggu hasil tes toksikologi.


Memang masih banyak hal-hal misterius yang belum terungkap soal COVID-19. Bukan cuma obat dan vaksin untuk mengatasinya, gejala klinis yang spesifik untuk penyakit infeksi saluran pernapasan ini saja masih sangat bias karena tumpang tindih dengan penyakit lain.

Hanya saja belum lama ini peneliti sudah menemukan urutan gejala klinis yang timbul pada pasien positif COVID-19. Gejala klinis ini memang tak selalu dialami oleh pasien positif, hanya saja normalnya gejala yang dialami seperti berikut.

Yang pertama, adalah demam dan masalah pernapasan lain seperti batuk. Kemudian selanjutnya akan terjadi "komplikasi" seperti nyeri otot sampai masalah pencernaan.

"Demam itu nomor satu, diikuti batuk, diikuti nyeri dan nyeri," ujar Profesor Dr. Bob Lahita, seorang guru besar bidang kedokteran, seperti dilansir dari CBS News, Selasa (18/8). "Dan tidak semuanya harus muncul secara berurutan, bisa muncul bersamaan."

Sedangkan saat ini obat dan vaksin untuk mengatasi COVID-19 masih terus dikembangkan oleh beberapa institusi. Yang terbaru vaksin Corona buatan Sinopharm, Tiongkok, disebut-sebut siap edar pada akhir 2020 mendatang dengan harga Rp 2,1 juta atau vaksin Sputnik V buatan Rusia yang belakangan malah menuai kritikan keras dari dalam negaranya sendiri.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait