Dokter Swedia 'Sentil' Pengunaan Masker Saja Tak Cukup Tangkal Corona
Dunia

Seorang pakar penyakit menular top asal Swedia menolak merekomendasikan masker wajah untuk populasi umum. Menurutnya, persoalan corona tak bisa diatasi hanya dengan menggunakan masker saja.

WowKeren - Penggunaan masker di tengah pandemi virus corona (COVID-19) telah menjadi kewajiban setiap orang di dunia. Hal ini dilakukan demi mencegah penularan virus mematikan tersebut.

Namun, seorang pakar penyakit menular top asal Swedia menolak merekomendasikan masker wajah untuk populasi umum. Menurutnya, akan "sangat berbahaya" jika orang percaya masker saja akan menghentikan penyebaran virus corona.

Adalah Anders Tegnell, kepala ahli epidemiologi di Badan Kesehatan Masyarakat Swedia, telah berulang kali menyatakan keraguannya bahwa masker wajah akan mengendalikan wabah virus. "Sangat berbahaya untuk percaya bahwa masker wajah akan mengubah keadaan jika terkait dengan Covid19, "kata Tengell, yang dianggap setara dengan Dr. Anthony Fauci dari satuan tugas COVID-19 Gedung Putih, Amerika Serikat, dilansir Financial Times, Kamis (20/8).


Lebih lanjut, ia mengatakan jika negara-negara dengan kepatuhan masker yang meluas, seperti Belgia dan Spanyol, masih terdapat peningkatan kasus COVID-19. “Masker wajah bisa menjadi pelengkap hal-hal lain ketika benda-benda lain sudah terpasang dengan aman,” ujarnya. “Tetapi untuk memulai dengan memiliki masker wajah dan kemudian berpikir Anda dapat memadati bus atau pusat perbelanjaan Anda - itu pasti sebuah kesalahan.”

Tengell benar-benar menepis kemungkinan memakai masker bulan lalu, dengan mengatakan, "Dengan jumlah yang berkurang sangat cepat di Swedia, kami melihat tidak ada gunanya memakai masker wajah di Swedia, bahkan di angkutan umum," tegasnya.

Menurutnya, bukti tentang keefektifan penggunaan masker wajah "sangat lemah". "Saya terkejut bahwa kami tidak memiliki studi yang lebih banyak atau lebih baik yang menunjukkan apa efek sebenarnya dari masker," katanya kepada UK Times.

Sementara itu, pakar penyakit menular itu menghadapi reaksi keras setelah negara itu secara kontroversial menolak untuk melakukan lockdown, yang menyebabkan tingkat kematian per kapita yang lebih tinggi daripada negara tetangga yang mengambil pendekatan yang lebih ketat. Menurut data Universitas Johns Hopkins, kasus COVID-19 di Swedia telah mencetak angka 85.000 dengan jumlah kematian lebih dari 5.800 orang.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait