UEA Buka Kedubes di Tel Aviv Usai Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Israel
Pixabay
Dunia

Israel dan UEA berhasil mencapai kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik dengan bantuan AS. Itu merupakan kesepakatan damai pertama Israel dengan negara Arab dalam 26 tahun.

WowKeren - Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan akan membuka kedutaan besar di Tel Aviv. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, dalam video konferensi dengan lembaga think-tank Atlantic Council.

Gargash mengatakan ketika normalisasi hubungan diplomatik Israel-UEA ditandatangani pekan lalu. Maka berdasarkan konsensus kedua negara, Abu Dhabi akan memiliki kedutaan besar di Tel Aviv. "Kedutaan besar akan berada di Tel Aviv, ini sangat jelas," kata Gargash.

Dalam kesempatan tersebut, Gargash juga menjawab pertanyaan mengenai prestasi paling membanggakan dalam normalisasi hubungan dengan Israel. Menurutnya, penghentian aneksasi tanah Palestina menjadi prestasi yang paling konkret dan penegasan kembali komitmen UEA terhadap solusi dua negara.

Gargash juga mengatakan perjanjian normalisasi hubungan memiliki manfaat jangka panjang. "Tentu saja langkah ini akan menciptakan kesempatan, ekonomi kami lebih besar dari Israel, Israel memiliki kesempatan yang besar di sini," ujarnya.


Ia mengatakan perjanjian ini juga membuka jalan untuk pembelian pesawat jet F-35 dari Amerika Serikat (AS). UEA sudah lama mengajukan proposal pembelian pesawat tempur canggih tersebut. "Pengajuan pertama kami enam tahun yang lalu, ini sesuatu yang terjadi di atas meja, pengajuan hukum kami sudah di atas meja," paparnya.

Sebagaimana diketahui, Kamis pekan lalu Israel dan UEA berhasil mencapai kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik. Hal tersebut tercapai dengan bantuan Amerika Serikat (AS). Itu merupakan kesepakatan damai pertama Israel dengan negara Arab dalam 26 tahun.

Di bawah kesepakatan normalisasi dengan UEA, Israel disebut setuju untuk menangguhkan pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat. Hal itu pun diutarakan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayad Al Nahyan. "Kesepakatan telah dicapai untuk menghentikan lebih jauh aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina," kata Mohammed bin Zayad Al Nahyan melalui akun Twitter pribadinya.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan, rencana aneksasi tidak sepenuhnya disingkirkan. "Kami tidak akan menyerahkan hak kami atas tanah kami. Tidak ada perubahan rencana saya untuk memperluas kedaulatan, kedaulatan kami atas Yudea dan Samaria (Tepi Barat), di bawah koordinasi penuh dengan AS," kata Netanyahu.

Normalisasi hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab dan Israel dipenuhi nuansa bisnis. Sektor-sektor yang akan dikembangkan beberapa di antaranya, yakni investasi, telekomunikasi, energi, dan keamanan.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait