Iran Klaim AS Tak Berhak Minta PBB Terapkan Sanksi
Reuters
Dunia

Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, akan membuat mekanisme yang bertujuan untuk memberlakukan kembali sanksi PBB terhadap Iran.

WowKeren - Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, dalam surat kepada PBB menyatakan Amerika Serikat tidak berhak mendesak penerapan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran. Dalam surat itu, ia meminta anggota Dewan Keamanan PBB untuk menolak upaya AS.

"Tekanan AS untuk menerapkan kembali sanksi PBB terhadap Iran akan memunculkan konsekuensi yang berbahaya. Iran telah menahan diri dengan niatan baik. Kini giliran masyarakat internasional yang melawan tekanan tidak sah dari Amerika Serikat," kata Zarif dalam surat tersebut.

Stasiun TV Iran menyebutkan surat itu telah disampaikan oleh utusan Iran untuk PBB, Majid Takhteravanchi, kepada kepala Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan membuat mekanisme yang bertujuan untuk memberlakukan kembali sanksi PBB terhadap Iran. Hal ini dinilai akan meningkatkan perselisihan dengan sekutu mereka di Eropa serta memiliki dampak besar bagi kesepakatan nuklir Iran.


Pompeo akan melakukan perjalanan ke New York untuk memberi tahu Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa AS membuat prosedur "snapback".

Di sisi lain, sejumlah negara lain di Eropa seperti Inggris, Prancis dan Jerman mengungkap mekanisme tersebut tidak pantas untuk dilakukan.

Namun yang jelas, langkah itu dilakukan setelah Amerika Serikat menderita kekalahan yang memalukan di Dewan Keamanan pekan lalu. Saat itu, AS gagal mengumpulkan dukungan untuk resolusi untuk memperpanjang embargo senjata konvensional terhadap Iran.

Snapback sendiri bertujuan untuk memulihkan semua sanksi internasional terhadap Iran yang dicabut. Pencabutan tersebut bagian dari perjanjian 2015 dengan Teheran yang berusaha mencegahnya mengembangkan senjata nuklir.

Trump menarik AS dari perjanjian tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), pada 2018 dan memperkenalkan sanksi Amerika terhadap Iran sebagai bagian dari kampanye "tekanan maksimum" terhadap rezim Iran.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait