Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan kepada setiap negara terkait kunci utama agar bisa mengakhiri pandemi virus corona (COVID-19). Apa itu?
- Ruth Meliana
- Senin, 24 Agustus 2020 - 16:21 WIB
WowKeren - Dunia masih terus berjuang dalam melawan pandemi virus corona (COVID-19). Salah satu cara yang dilakukan sejumlah negara adalah dengan berlomba-lomba mengembangkan dan memproduksi vaksin COVID-19. Hal tersebut diyakini dapat mengakhiri pandemi virus corona.
Survei yang diadakan oleh perusahaan jajak pendapat asal Inggris, Savanta ComRes telah mengungkap fakta menarik. Dalam survei ini, terungkap mayoritas masyarakat sama sekali tidak mempedulikan dari negara mana vaksin virus corona dibuat asalkan dapat mengakhiri pandemi.
Mayoritas responden asal Inggris juga dinilai memahami jika pandemi virus corona hanya bisa diakhiri dengan kerja sama antar negara. Oleh sebab itu, publik mendukung pengembangan vaksin di sejumlah negara, tak peduli itu negara maju atau berkembang.
”Warga Inggris jelas memahami pandemi global ini menuntut respons global. Tak akan berhasil apabila masing-masing negara berjalan sendirian,” kata direktur ONE Inggris, Romilly Greenhill seperti dilansir dari CNBC pada Senin (24/8). “Saat virus ini berkembang di mana saja, maka virus mengancam orang di mana saja.”
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantas memberikan peringatan kepada negara-negara seputar pengembangan vaksin. WHO meminta agar nasionalisme vaksin segera diakhiri. Hal ini dinilai dapat membuat pandemi virus corona juga semakin cepat berakhir.
Salah satu peringatan WHO adalah seputar banyak negara berusaha melakukan penimbunan vaksin dari negara pengembang. Cara tersebut dilakukan dengan menyetujui pembelian jutaan dosis vaksin virus corona.
Padahal, produksi dan distribusi vaksin harus dilakukan secara merata. Setiap negara diminta saling berbagi ilmu terkait pengembangan vaksin kepada negara lain dan tidak cenderung menyimpannya demi mendapatkan keuntungan.
Pendapat WHO tersebut juga sesuai dengan hasil survei terhadap warga Inggris. Dari 2.000 orang yang disurvei, 82 persen mengatakan sebuah negara yang mengembangkan vaksin COVID-19 harus berbagi pengetahuan mengenai pengetahuan itu. Selain itu, 76 persen responden berpendapat vaksin virus corona juga harus tersedia di seluruh negara secara serentak.
(wk/lian)