Perpanjangan lockdown (penguncian wilayah) level tiga diterapkan di Auckland setelah Selandia Baru mencatat delapan kasus baru infeksi virus corona pada Senin (24/8) waktu setempat.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 25 Agustus 2020 - 08:24 WIB
WowKeren - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengumumkan perpanjangan penguncian wilayah alias lockdown kota Auckland hingga 30 Agustus mendatang, bertambah 4 hari dari jadwal lockdown awal yang rencananya berakhir pada 26 Agustus. Perpanjangan lockdown ini dilakukan setelah Selandia Baru mencatat delapan kasus baru infeksi virus corona pada Senin (24/8) waktu setempat.
"Direktur Jenderal Kesehatan telah merekomendasikan kepada kabinet, dan kabinet telah setuju untuk menerapkan perpanjangan singkat pembatasan level tiga di Auckland hingga Minggu (30/8) pukul 11.59 malam," kata Ardern dalam konferensi pers. "Ini adalah klaster yang terkurung, tapi ini yang terbesar, artinya untuk (kasus) berakhir masih panjang dan akan ada kasus baru lagi."
Pembatasan level tiga yang disinggung oleh Jacinda Ardern berarti melarang tempat umum seperti museum, bioskop, restoran, pusat kebugaran, kolam renang, taman bermain, dan pasar akan tetap ditutup. Warga diharuskan tetap berada di lingkungan perumahan, tetapi tetap boleh bertemu dengan keluarga dekat, membawa pengasuh, atau memberi bantuan bagi mereka yang terisolasi.
Dalam konferensi pers tersebut, Ardern juga mengatakan bahwa kota Auckland yang selama ini menerapkan pembatasan level tiga akan turun ke level dua. Sementara daerah lainnya yang sebelumnya berada di pembatasan level dua akan mengakhiri lockdown pada Rabu (26/8) tengah malam.
"Tujuan kami yang sedang berlangsung yakni dengan mempertahankan strategi eliminasi sambil mencoba mengurangi dampak pada orang dan bisnis sebanyak mungkin," imbuh Perdana Menteri wanita tersebut.
Sebelum mengumumkan perpanjangan lockdown, pekan lalu Selandia Baru telah mengerahkan tambahan 500 pasukan militer untuk mengawasi karantina warga Auckland saat diberlakukan lockdown akibat melonjaknya kasus infeksi COVID-19. Para tentara ini dikerahkan ke fasilitas isolasi untuk mencegah penyebaran virus.
"Dengan meningkatkan staf angkatan pertahanan kami, tujuan kami adalah mengurangi ketergantungan pada kontraktor keamanan swasta, terutama di fasilitas isolasi yang berisiko tinggi," kata Ardern.
Ardern sebelumnya mengerahkan pasukan militer untuk menjaga perbatasan pada Juni lalu. Saat itu dua orang perempuan yang tiba dari Inggris diizinkan keluar dari pusat isolasi lebih awal hingga kemudian diketahui positif COVID-19.
Sejak saat itu, Selandia Baru kembali melaporkan temuan kasus baru infeksi virus corona, termasuk seorang laki-laki yang melarikan diri dari hotel karantina dan menghabiskan waktu selama satu jam berjalan-jalan di pusat kota. Laki-laki tersebut kemudian diketahui positif terinfeksi virus corona.
Hingga saat ini Selandia Baru masih tidak menerima kedatangan warga asing, sementara warga yang kembali diharuskan melakukan isolasi di pusat karantina selama dua pekan. Disebutkan pula bahwa perjalanan ke Auckland, di North Island, akan dibatasi kecuali bagi warga yang tinggal di sana.
(wk/luth)