Presiden Joko Widodo secara khusus menyinggung penyebaran virus corona di Provinsi Aceh. Jokowi turut memberikan peringatan kepada gubernur dan pejabat setempat.
- Ruth Meliana
- Selasa, 25 Agustus 2020 - 19:03 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo baru saja menyoroti penyebaran virus corona (COVID-19) di Provinsi Aceh. Ia mengaku bersyukur atas laporan jumlah kasus virus corona di Aceh yang relatif kecil hingga Senin (24/8).
Berdasarkan data covid19.go.id, Aceh telah melaporkan 1.241 kasus virus corona hingga Senin (24/8). Dari jumlah tersebut, sebanyak 521 pasien dinyatakan sembuh dan 37 orang meninggal dunia. Sedangkan 682 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.
”Kita semuanya patut bersyukur,” ujar Jokowi saat saat memberikan pengarahan penanganan COVID-19 di Aceh seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (25/8). “Alhamdulillah di Aceh kasus sampai hari ini, dari laporan pak gubernur 1.241 kasus.”
Jokowi secara khusus juga memberikan peringatan kepada Gubernur Aceh untuk terus menekan laju penyebaran virus corona agar jumlah kasus tidak semakin banyak. Ia turut memerintahkan Pangdam dan Kapolda Aceh agar membantu Gubernur dalam menangani pandemi.
”Ini masih dalam angka yang kecil, tapi jangan dibiarkan untuk membesar lagi,” pesan Jokowi. “Mumpung masih dalam jumlah kecil, Pak Pangdam, Kapolda, agar gubernur di-back up betul.”
”Mumpung posisinya masih seperti ini betul-betul kendalikan. Jangan melebar ke angka yang sulit dikendalikan,” sambungnya. “Mumpung masih di angka yang masih kecil ini selesaikan secepat-cepatnya.”
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengingatkan masyarakat Aceh terkait pentingnya selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Diantaranya adalah dengan menggunakan masker, menjaga jarak (physical distancing) dan rajin membersihkan tangan setiap saat.
Selain itu, Jokowi juga memerintahkan rumah sakit di Aceh untuk segera melapor jika mengalami kekurangan fasilitas, salah satunya ventilator. Nantinya, pihak rumah sakit diminta melaporkan ke Gubernur Aceh sehingga bisa segera dilaporkan ke pemerintah pusat untuk dicarikan solusinya.
(wk/lian)