Warga Belarus secara sukarela juga akan berpartisipasi dalam uji klinis tahap akhir Sputnik V. Pejabat Rusia memastikan bahwa vaksinasi massal akan dimulai secepatnya pada Oktober.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 26 Agustus 2020 - 08:46 WIB
WowKeren - Rusia mengatakan bahwa vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh negara tersebut telah didaftarkan dan siap digunakan. Vaksin hasil pengembangan Rusia ini diklaim cukup efektif dan membentuk kekebalan. Kini, diberitakan bahwa Belarus akan menjadi negara pertama yang menerima vaksin bernama Sputnik V tersebut.
Hal ini berdasarkan sebuah kesepakatan yang dicapai oleh dua pemimpin negara melalui sambungan telepon seperti dikabarkan kepresidenan Belarus pada Senin (25/8) waktu setempat. Menurut pernyataan resmi Kepresidenan, warga Belarus secara sukarela juga akan berpartisipasi dalam uji klinis tahap akhir Sputnik V. Pejabat Rusia memastikan bahwa vaksinasi massal akan dimulai secepatnya pada Oktober.
Sputnik V sendiri akan diluncurkan pada akhir bulan ini. Presiden Rusia Vladimir Putin telah meyakinkan publik bahwa vaksin tersebut aman dan efektif.
Presiden Rusia Vladimir Putin memastikan vaksin Sputnik V telah menjalani serangkaian pengujian yang tepat dan aman. Putin menyatakan penggunaan vaksin Sputnik V sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan Rusia. Bahkan Putin mengklaim putrinya menjadi relawan dalam uji klinis vaksin.
"Dalam hal ini, dia ikut dalam percobaan. Setelah vaksinasi pertama, dia memiliki suhu tubuh 38 derajat celcius, sedangkan hari berikutnya sedikit di atas 37 derajat celcius. Setelah suntikan kedua, vaksinasi kedua, suhunya juga naik sedikit, lalu semuanya beres, dia merasa baik dan titer (antibodi) tinggi," ucapnya.
"Saya ingin menegaskan bahwa ini telah lulus semua tes yang diperlukan. Yang paling penting adalah memastikan keamanan penuh penggunaan vaksin dan efektivitasnya," tegasnya.
Pemerintah Rusia sendiri belum melakukan imunisasi COVID-19 bagi masyarakat umum. Mereka yang akan mendapatkan suntikan vaksin baru mencakup para tenaga kesehatan, aparat keamanan hingga guru. Sedangkan imunisasi bagi warga umum di Rusia akan dilakukan pada Januari 2021 mendatang.
(wk/luth)