Jacob Blake Pria Kulit Hitam Korban Tembak Polisi AS Diprediksi Bakal Lumpuh Seumur Hidup
Dunia

Seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake ditembak tujuh kali oleh aparat Departemen Kepolisian Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat. Jacob Blake ditembak di depan tiga anaknya.

WowKeren - Insiden penembakan seorang warga kulit hitam Jacob Blake di kawasan Kenosha, Wisconsin, AS, oleh dua orang polisi kulit putih kini tengah menjadi sorotan global. Diketahui, Blake ditembak sebanyak tujuh kali di bagian punggung oleh aparat kepolisian.

Usai insiden tersebut, Blake langsung diterbangkan ke rumah sakit di Milwaukee dalam kondisi kritis. Blake yang berada dalam kondisi kritis selesai menjalani operasi pengangkatan peluru pada Selasa sore waktu setempat. Kini, laporan terbaru menyatakan bahwa Blake diprediksi bakal lumpuh seumur hidup jika nyawanya berhasil diselamatkan.

"Sepertinya hanya mukjizat yang bisa membuat Jacob Blake Jr., kembali berjalan," kata kuasa hukum Blake, Benjamin Crump, dilansir dari CNN.

Menurut kuasa hukum lainnya dari keluarga Blake, Patrick Salvi Jr., timah panas polisi menembus lengan, merusak ginjal, hati dan tulang belakang Blake. "Peluru merusak tulang belakangnya. Perutnya juga tertembus peluru. sebagian usus besar dan kecilnya juga harus diangkat karena rusak tertembak," kata Salvi.

Salvi mengatakan keluarga akan menggugat kepolisian setempat akibat kejadian itu. "Mereka menembak anak saya sebanyak tujuh kali. seperti dia tidak ada harganya, tetapi anak saya berharga. Dia adalah manusia, dia berharga," kata sang ayah, Jacob Blake Sr.

Video penembakan Blake sendiri telah beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dua petugas polisi yang hanya berjarak satu atau dua langkah dari Blake. Salah satu petugas mengikuti Blake yang melangkah menuju mobil.


Blake terlihat berjalan dari trotoar di sekitar bagian depan mobil ke pintu sisi pengemudi saat petugas mengikutinya dengan senjata mengarah dan berteriak padanya. Saat Blake membuka pintu dan bersandar di mobil, seorang petugas menarik kemejanya dari belakang dan melepaskan tembakan. Sedangkan ketiga anak Blake berada di dalam mobil dan menyaksikan insiden tragis tersebut.

Polisi mengaku dipanggil ke lokasi karena ada pertikaian rumah tangga, tetapi tidak jelas apa yang terjadi sebelumnya. Pria yang mengaku merekam penembakan itu, Raysean White (22), mengatakan bahwa dia melihat Blake berkelahi dengan tiga petugas dan mendengar mereka berteriak "Jatuhkan pisaunya! Jatuhkan pisaunya!" sebelum bunyi tembakan. Dia mengatakan tidak melihat pisau di tangan Blake.

Polisi tidak mengatakan apakah Blake bersenjata atau mengapa polisi melepaskan tembakan. Polisi juga tidak merilis rincian tentang perselisihan itu.

Insiden ini langsung menyebabkan gelombang demonstrasi besar-besaran. Gubernur Wisconsin, Tony Evers, bahkan memanggil Garda Nasional untuk menghentikan gelombang demonstrasi yang terus berlanjut. Sebanyak 125 anggota pasukan akan ditempatkan di Kenosha. Mereka diminta untuk menjaga infrastruktur dan memastikan semua orang berada dalam kondisi aman.

Langkah ini dilakukan setelah pengunjuk rasa melakukan aksi bakar mobil. Tak hanya itu, peserta demonstran juga memecahkan jendela sejumlah bangunan dan terlibat dalam bentrokan dengan petugas anti-huru hara.

Tony Evers juga meminta agar pasukan Garda Nasional untuk melindungi para petugas pemadam kebakaran dan semua orang yang terlibat dalam aksi ini. Wisconsin disebut berpotensi menjadi titik baru kerusuhan rasial atas insiden yang terjadi beberapa waktu lalu akibat tewasnya George Floyd.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait