Menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Terlebih jika Anda memiliki anak untuk pertama kalinya, karena ketegangan dan kekhawatiran akan menyelimuti. Oleh sebab itu, tanpa sadar Anda mungkin akan melakukan delapan kesalahan seperti ini.
- Eva Lestari
- Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:06 WIB
WowKeren - Menjadi ibu baru tentu sangat menyenangkan. Setelah mengandung selama sembilan bulan lamanya, kehadiran buah hati yang sudah sangat diidam-idamkan tentu akan melengkapi kehidupan pernikahan.
Meski demikian, menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Terlebih jika Anda memiliki anak untuk pertama kalinya. Ketegangan dan kekhawatiran saat merawat bayi baru lahir mungkin akan menyelimuti hari-hari pertama Anda sebagai seorang ibu. Akibatnya, tanpa disadari Anda akan rentan melakukan berbagai kesalahan.
Semua itu wajar adanya, karena pada dasarnya menjadi orangtua merupakan suatu proses belajar agar dapat merawat si kecil dengan lebih baik. Tapi tetap saja, penting untuk mengetahui berbagai kesalahan yang rentan kita lakukan saat merawat bayi baru lahir agar dapat berbenah diri menjadi orangtua yang lebih baik. Penasaran kesalahan apa saja itu? Langsung saja yuk simak informasi selengkapnya berikut ini.
(wk/eval)1. Mudah Panik dan Bereaksi Berlebihan
Mengkhawatirkan kondisi anak saat kondisinya kurang baik memang wajar dilakukan oleh orangtua. Namun jika Anda bereaksi berlebihan dan mudah panik, itu tentu hal yang berbeda. Menunjukkan reaksi yang berlebihan hanya akan membuat Anda stres dan kesulitan dalam merawat si kecil. Anda pasti tak mau hal itu sampai terjadi kan?
Oleh sebab itu, sebaiknya mulai manajemen emosi dengan lebih baik. Bekali diri Anda dengan pengetahuan dan informasi seputar bayi, standar perkembangannya, langkah tepat yang harus dilakukan saat kondisi si kecil memburuk dan lain sebagainya. Anda bisa mencari berbagai informasi tersebut di internet, buku, dokter maupun para ibu lain yang lebih berpengalaman.
2. Tidak Membangunkan Bayi Untuk Memberikan ASI
Bayi di bawah usia 6 bulan membutuhkan ASI setiap 2-3 jam sekali agar kebutuhan nutrisinya tetap terjaga. Namun tak jarang mereka tertidur pulas hingga melewatkan jadwal menyusu. Beberapa bunda merasa tidak tega untuk membangunkan bayi hingga melewatkan jadwal menyusui begitu saja. Padahal, Anda sebaiknya tetap harus membangunkan si kecil untuk mengikuti jadwal pemberian ASI.
Membangunkan bayi memang bukanlah ide bagus. Namun memberikan ASI sesering mungkin penting dilakukan untuk mendukung tumbuh kembangnya. Terlebih kebanyakan bayi baru lahir akan kehilangan berat badannya dalam beberapa hari pertama dan mereka akan mendapatkannya kembali satu minggu setelah kelahirannya. Oleh karena itulah sangat penting bagi Anda untuk memberinya ASI secara rutin setiap 2-3 jam sekali.
3. Menyepelekan Demam yang Dialami Bayi
Terkadang ada orangtua yang menganggap enteng demam yang dialami oleh bayinya. Mereka hanya akan memberinya obat penurun panas alih-alih membawanya ke dokter. Padahal jika si kecil mengalami demam hingga lebih dari 38 derajat celsius dalam tiga bulan pertama kelahirannya, ini bisa menjadi tanda darurat sehingga Anda harus memeriksakannya ke dokter.
Kondisi berbeda bisa terjadi jika si kecil mengalami demam tinggi dalam 24 jam setelah imunisasi pertamanya. Sehingga jika dia mengalami demam saat tidak menjalani imunisasi, Anda harus bersikap waspada. Saat tubuh bayi terasa panas, sebaiknya periksa suhunya lewat dubur. Jika suhu si kecil berada di atas 38 derajat celsius, sebaiknya langsung bawa dia ke dokter.
4. Ikut Menangis Saat Bayi Menangis
Sebagai orangtua, kita tentu akan merasa sedih saat si kecil sedang menangis. Tak jarang, kita akan ikut menangis karena tertular oleh kesedihannya. Hal ini memang sulit untuk dicegah, tapi keadaan akan semakin memburuk jika Anda ikut menangis saat si kecil sedang rewel.
Bayi baru lahir akan kesulitan memahami kesedihan Anda, sehingga bisa membuat tangisannya semakin kencang. Akibatnya, Anda malah tidak memberikan solusi terhadap tangisannya. Alih-alih ikut menangis, sebaiknya pahami alasan si kecil rewel. Apakah ia ingin menyusu, buang air atau bahkan sedang mengantuk. Dengan memahami alasannya, Anda bisa menemukan solusi yang tepat untuk membuantunya berhenti menangis.
5. Tidak Membiarkan Bayi Menangis
Poin ini masih berhubungan dengan sebelumnya. Saat bayi menangis, kita pasti ikut khawatir dan berpikir bahwa ada yang salah dengannya. Padahal, menangis bisa menjadi salah satu cara bayi untuk berkomunikasi. Karena itulah daripada menghentikan tangisannya, lebih baik untuk memahami penyebab si kecil menjadi rewel.
Selain itu, Anda juga harus bersikap waspada jika tangisan si kecil disertai dengan beberapa gejala seperti demam, ruam, muntah, perut bengkak dan berbagai gejala lain yang mengkhawatirkan. Jika hal ini terjadi, sebaiknya hubungi dokter anak agar dilakukan perawatan sesegera mungkin.
6. Tidak Menggunakan Baby Car Seat Saat Membawanya Bepergian
Di Indonesia memang belum mengharuskan penggunaan car seat saat mengajak bayi bepergian menggunakan mobil. Meski demikian, sebaiknya tetap letakkan bayi pada car seat untuk menjamin keamanan dan keselamatannya selama bepergian.
Sebaiknya pilih car seat yang sesuai dengan usia dan berat bayi. Car seat untuk bayi berusia di bawah satu tahun biasanya menghadap ke belakang demi menurunkan risiko kecelakaan hingga 75 persen. Yang tak kalah penting untuk diperhatikan, car seat tidak boleh diletakkan pada kursi yang memiliki air bag karena dapat membahayakan si kecil.
7. Membedong Bayi Terlalu Rapat
Terkadang beberapa ibu baru beranggapan bahwa semakin bayi tertutup oleh kain bedong, maka tubuhnya akan semakin hangat. Dengan anggapan seperti itu, mereka terbiasa membedong bayi dengan cukup rapat. Padahal membedong bayi terlalu rapat bisa membuatnya tidak nyaman dan meningkatkan suhu tubuhnya. Karena itu, sebaiknya jangan membedong bayi terlalu rapat ya bun.
8. Mengabaikan Waktu Senggang
Mengurus bayi baru lahir memang cukup menguras waktu dan tenaga. Saking sibuknya, Anda bahkan mungkin akan kesulitan untuk tidur. Bahkan pada saat si kecil sedang tidur, kebanyakan ibu akan menggunakan waktunya untuk bersih-bersih atau melakukan tugas lainnya. Padahal seperti halnya si kecil, Anda juga membutuhkan waktu istirahat agar dapat merawatnya dengan lebih bertenaga.
Oleh karena itu, sebaiknya jangan mengabaikan waktu senggang yang Anda miliki. Bila si kecil sedang tidur, sebaiknya ikutlah tidur dengannya atau sekedar refreshing dan bersantai sejenak. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mengembalikan stamina dan kesegaran tubuh Anda.
Demikian delapan kesalahan yang biasa dilakukan oleh ibu baru yang telah tim WowKeren rangkum untuk kalian. Simak juga artikel ini untuk mengetahui cara mengatasi baby blues pada ibu setelah melahirkan. Selain itu, Anda juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui cara mengatasi produksi ASI yang kurang lancar.