Hamas dan Israel Sepakat 'Berdamai' Soal Jalur Gaza, Diduga Akibat Pandemi Corona
Dunia

Konflik Hamas dan Israel di Jalur Gaza, Palestina diakhiri lewat kesepakatan yang ditengahi Qatar pada Senin (31/8) kemarin. Belakangan diduga 'perdamaian' ini ada karena pandemi COVID-19.

WowKeren - Konflik antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza memang terus berlanjut seolah tak menemui ujung. Namun baru-baru ini Hamas mengumumkan kesepakatan dengan Israel untuk mengakhiri gejolak kekerasan yang meningkat di Jalur Gaza pada Senin (31/8).

Perjanjian itu ditengahi oleh Qatar dan menciptakan kesepakatan di antara kedua pihak. Para militan Hamas dilaporkan akan menghentikan serangan mereka, sedangkan Israel bakal mencabut blokade di perbatasan.

"Kantor pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, mengatakan kesepakatan tersebut tercapai setelah pembicaraan dengan utusan Qatar, Mohammed el-Emadi. "Kesepakatan dicapai untuk mengekang eskalasi terbaru dan mengakhiri agresi (Israel) terhadap rakyat kami," kata Sinwar, dilansir Al-Jazeera, Selasa (1/9).

Dengan demikian, Hamas akan menghentikan peluncuran balon yang berisi bahan peledak. Sebagai gantinya, Israel bakal mengizinkan nelayan keluar ke Mediterania, mengurangi pembatasan barang masuk, dan kembali memasok bahan bakar ke Gaza.


Hingga kini Israel belum memberikan reaksinya terhadap kesepakatan penurunan ketegangan tersebut. Namun sumber yang dekat dengan delegasi Qatar menyebut Israel bersedia melanjutkan pengiriman bahan bakar untuk pembangkit listrik jika Hamas menghentikan peluncuran balon peledak.

Kendati demikian, Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), sebuah badan yang dikelola militer Israel untuk menangani masalah sipil di jalur Gaza, mengaku blokade siap dibuka pada Selasa (1/9). COGAT bahkan memastikan zona penangkapan ikan lepas pantai Gaza akan dikembalikan.

Kesepakatan "damai" antara kedua belah pihak tentu menjadi sorotan banyak pihak, termasuk alasan apa di balik kesepakatan itu. Belakangan upaya mediasi ini diduga terkait dengan adanya kasus pertama penularan virus Corona secara lokal di jalur Gaza yang menyebabkan Hamas melakukan lockdown di daerah kantong pantai yang merupakan rumah bagi dua juta warga Palestina.

Memang sejak Agustus 2020 kemarin ketegangan di perbatasan kedua negara itu makin meningkat. Sebab Palestina mendesak Israel agar mencabut blokade yang disebut menyebabkan merosotnya perekonomian negara tersebut.

Desakan ini kemudian ditindaklanjuti dengan peluncuran balon berisi bahan peledak oleh Hamas yang membakar lahan pertanian di bagian selatan Israel. Pengiriman balon "berhadiah" ini kemudian membuat Israel menyerang infrastruktur dan lahan pertanian Hamas di jalur Gaza.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait