Puji Angka Sembuh Corona, Jokowi Tetap Galak Pada Gubernur Minta Selesaikan 'PR' Ini
Getty Images/Hagen Hopkins
Nasional

Presiden Joko Widodo memuji angka kesembuhan virus corona di Tanah Air, tetap memberikan pesan galak kepada Gubernur untuk selesaikan masalah penting ini. Apa itu?

WowKeren - Presiden Joko Widodo baru saja memuji angka kesembuhan virus corona di Tanah Air. Tingkat kesembuhan (case recovery rate) Indonesia terus meningkat sejak bulan April 2020 lalu.

Berdasarkan data covid19.go.id, tingkat kesembuhan COVID-19 di Indonesia hanya 15 persen pada April. Namun, recovery rate terus meningkat pesat hingga bulan Agustus Indonesia mencatat angka kesembuhan mencapai 72,1 persen. Catatan itu disebut Jokowi jauh lebih tinggi daripada rata-rata angka kesembuhan corona di dunia.

”Alhamdulillah tingkat kesembuhan juga makin meningkat. Dari dulu kita ingat di bulan April itu 15 persen kemudian sekarang di bulan Agustus itu 72,1 persen,” kata Presiden Jokowi seperti disiarkan dalam saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9). “Jadi ada pergerakan yang lebih baik, lebih tinggi dari pada rata-rata dunia yang 69 persen.”

Meski demikian, Jokowi secara tegas tetap memberikan pekerjaan rumah yang wajib diselesaikan oleh setiap gubernur di Tanah Air. Ia meminta setiap gubernur untuk terus bekerja keras dalam menurunkan angka kematian COVID-19 di wilayah masing-masing.

Pasalnya, tingkat kematian di Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata dunia. Walau begitu, persentase kematian akibat virus corona sudah mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan awal pandemi merebak di Tanah Air pada awal Maret lalu.


”Tetapi untuk kasus meninggal, ini hati-hati, untuk case fatality rate (kasus angka kematian) di Indonesia meskipun mengalami penurunan dari 7,83 persen di bulan April menjadi 4,2 persen di bulan ini,” papar Jokowi. “Kita masih punya PR besar untuk menurunkan lagi.”

”Karena angkanya fatality rate di negara kita masih lebih tinggi dibandingkan fatality rate global yang berada di angkat 3,36 persen,” lanjutnya. “Ini pekerjaan besar kita. Sekali lagi kita harus waspadai betul sehingga kita tidak kehilangan kendali dalam penanganan penyebaran COVID.”

Tak hanya itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyoroti jumlah kasus aktif COVID-19. Ia menyebut jika kasus aktif corona di Indonesia saat ini sudah berada di bawah rata-rata dunia. Dunia telah mencatat kasus aktif sebesar 27 persen sedangkan Indonesia sebesar 23,7 persen.

”Perkembangan kasus harian per kemarin 31 Agustus jumlah kasus aktif ini masih 41.420 atau 23,7 persen, kemudian penambahan kasus positif per hari kemarin 2.473 dan ini yang kita patut bersyukur,” ungkap Jokowi. “Jumlah kasus yang sembuh ini sudah 72,1 persen atau 125.959 dan jumlah kasus meninggal 7.417 atau 4,2 persen.”

”Kalau kita lihat perkembangan yang ada ini untuk kasus positif tingkat nasional, untuk persentase kematian di bulan April angkanya tinggi kemudian menurun-menurun di bulan Agustus sudah berada di posisi angka 4,72 persen, sambungnya. “Ini yang harus kita upayakan terus agar persentase kematian semakin hari semakin membaik.”

Oleh sebab itu, Jokowi berpesan kepada gubernur untuk selu aktif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat. “Dan kalau ada masalah-masalah yang memang pemerintah pusat harus bantu, sampaikan kepada kita di pemerintah pusat, utamanya di komite dan gugus tugas kita,” pungkasnya.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait