Hubungan kedua negara memang tengah memanas sejak Australia menyerukan penyelidikan internasional untuk mengetahui pasti asal usul virus korona baru (COVID-19).
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 01 September 2020 - 14:20 WIB
WowKeren - Otoritas Tiongkok telah menahan seorang warga negara Australia yang bekerja sebagai pembawa berita televisi terkenal di Negeri Tirai Bambu. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dalam sebuah pernyataan pada Senin (31/8).
Dalam pernyataan itu, disebutkan jika warga negara dan jurnalis Australia Cheng Lei, yang bekerja untuk saluran internasional televisi pemerintah China, CGTN, di Beijing, telah ditahan selama dua minggu. Pemerintah Australia pun telah menerima pemberitahuan terkait penahanan ini pada Jumat (14/8) lalu.
Seperti diketahui, hubungan kedua negara memang tengah memanas. Hal ini bermula dari Australia yang menyerukan penyelidikan internasional tentang asal usul virus korona baru pada Tiongkok. Sejak saat itu, Tiongkok telah memberlakukan tarif perdagangan dan penyelidikan anti-dumping pada beberapa produk Australia.
Terkait penahanan ini, keluarga Cheng di Australia mengatakan pihaknya mengharapkan "kesimpulan yang memuaskan dan tepat waktu". Mereka juga telah berkonsultasi dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.
Australia sendiri telah memperingatkan warganya jika mereka menghadapi risiko penahanan sewenang-wenang kala melakukan perjalanan ke China. Sebelum Cheng, penulis Yang Hengjun juga ditangkap pada Januari 2019 karena dicurigai melakukan spionase.
Sementara itu, Menteri perdagangan Australia Simon Birmingham tidak tahu menahu mengapa pihak berwenang Tiongkok menahan warganya. Kendati demikian, ia menyebut jika pemerintah akan berupaya membantunya.
"Saya sangat merasakan keluarganya pada saat ini, dan itulah mengapa kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk membantunya," kata Simon kepada radio ABC. "Seperti yang kami lakukan dan memiliki warga Australia dalam keadaan seperti ini."
Mantan duta besar Australia untuk China, Geoff Raby, menilai jika pelaporan bisnis biasanya tidak dipandang sensitif secara politik di Tiongkok. Sehingga ia pun heran mengapa Cheng bisa ditahan. Meski Cheng kerap bersikap skeptis terhadap media Tiongkok namun ia juga objektif.
"Dia agak skeptis terhadap beberapa media China," ujarnya. "Tetapi dia sama kuatnya dalam memperdebatkan kasus China jika laporan asing salah mengartikan China atau tidak berdasarkan fakta."
(wk/zodi)