Lutfi Agizal yang telah meminta maaf dan mengaku akan menghentikan rencana untuk terus membuat vlog analisa 'Anjay' ini menegaskan kalau ia tak sekedar mencari keuntungan ataupun sensasi.
- Ria Susilo Wardhani
- Rabu, 02 September 2020 - 09:08 WIB
WowKeren - YouTuber sekaligus model/pesinetron Lutfi Agizal menuai kritik dari publik karena membahas kata "Anjay". Calon menantu Iis Dahlia itu rupanya mengunggah video klarifikasi setelah mendapat masukan banyak pihak.
Awalnya, Lutfi berniat mengunggah vlog analisa soal dampak negatif "Anjay" dari berbagai sisi. Ia berniat mengundang sejumlah pakar mulai dari ahli bahasa, psikolog hingga ustadz.
Namun karena banyaknya caci maki, Lutfi memutuskan meminta maaf dan menghentikan rencananya meneruskan analisa soal "Anjay". Ia juga menegaskan tak berniat memecah belah bangsa lewat videonya.
"Saya ingin menyudahi pembahasan kata anjay ini di konten Youtube saya. Apabila ada instansi ada LSM atau lembaga pemerintahan yang ingin melanjutkan untuk mengkaji atau membahas mengenai fenomena yang viral ini, saya kembalikan kepada pihak-pihak tersebut, namun saya pribadi sudah tidak akan membahas ini lagi," tegasnya. "Justru saya hadir ini hanya untuk memberikan sudut pandang yang lain, kalau dirasa menjadi sebuah permasalahan menjadi hal yang menyakiti hati, saya dan tim saya mohon maaf sebesar-besarnya. Bukan maksud kami untuk membeda-bedakan dan memecah belah bangsa ini."
Disisi lain, pacar dari Salshadilla Juwita ini sempat dicibir Ernest Prakasa yang menilainya cuma berniat jualan. Namun Lufti mengungkap kalau ia justru akan berdonasi dari keuntungan adsense vlog "Anjay" itu.
"Dan dari dua konten yang sudah saya angkat, dari sudut pandang ahli bahasa dan psikolog, adsense dari dua video tersebut akan saya dedikasikan kepada anak-anak yang membutuhkan terutama yang terhalang mengenai proses pembelajaran online. Saya akan update di Instagram mengenai pemberian adsense tersebut," seru Lutfi. "Terima kasih semoga apa yang saya lakukan dapat dimaafkan bagi kalian yang menganggapnya salah."
(wk/riaw)