Polisi Los Angeles Tembak Warga Kulit Hitam Hingga Tewas Saat Bersepeda
Pixabay/Ilustrasi
Dunia

Dilaporkan bahwa pria kulit hitam bernama Dijon Kizzee tersebut diberondong dengan 15 hingga 20 peluru, setelah dia meninju seorang petugas dan menjatuhkan pistolnya ke tanah.

WowKeren - Tindak kekerasan polisi AS pada seorang warga kulit hitam kembali terulang. Kali ini seorang pria Afrika-Amerika yang sedang mengayuh sepedanya ditembak hingga tewas oleh petugas kepolisian Los Angeles. Pria yang diidentifikasi sebagai Dijon Kizzee tersebut sedang mengayuh sepedanya ketika dihentikan oleh polisi karena dugaan pelanggaran kode kendaraan.

Dilaporkan bahwa Kizzee diberondong 15 hingga 20 peluru, setelah dia meninju seorang petugas dan menjatuhkan pistolnya ke tanah. Juru bicara sheriff Los Angeles County Brandon Dean mengatakan sebuah pistol semiotomatis milik petugas jatuh ketika Kizzee memukul wajahnya. Dean mengatakan, kedua petugas melepaskan tembakan saat Kizzee membuat gerakan bahwa dia akan merebut senjata api.

"Apakah senjata api itu benar-benar ada di tangannya, jika dia menunjuk ke arahnya, saya tidak tahu secara spesifik karena kami belum mewawancarai deputi sebenarnya yang ada di sana," kata Dean saat dimintai keterangan.

Dean mengonfirmasi bahwa petugas melepaskan antara 15 hingga 20 tembakan. Kizzee menderita beberapa luka di bagian atas tubuhnya. Namun Dean belum mengetahui jumlah peluru yang mengenai tubuh Kizzee hingga otopsi dilakukan. Kedua petugas yang terlibat telah dicopot dari tugas patroli untuk sementara waktu.


Berdasarkan keternagan Dean, insiden penembakan bermula ketika para deputi melihat seorang pria yang diidentifikasi sebagai Kizzee, tengah mengendarai sepedanya dan melanggar kode kendaraan. Petugas kemudian berusaha menghentikannya.

Kizzee melompat dari sepedanya dan melesat pergi dengan berjalan kaki, sebelum kedua petugas itu menyusulnya di jarak yang cukup dekat. Dean membantah bahwa petugas menggunakan Taser. "Tidak jarang para deputi melakukan pemberhentian kendaraan sepeda. Mereka harus mematuhi aturan jalan yang sama seperti yang dilakukan kendaraan," ujar Dean.

Seorang saksi mata menyaksikan perkelahian dan penembakan yang terjadi dari rumahnya tepat di seberang jalan dari tempat kejadian. Saksi tersebut mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat Kizzee melakukan pukulan, tidak pernah melihat senjata, dan Kizzee bukan ancaman.

Saksi tersebut mengatakan dua petugas kepolisian terus menembaki Kizzee ketika dia telah telungkup di tanah. Roquemore, yang berada di rumahnya pada siang hari menerangkan dia telah diwawancarai oleh penyelidik. "Saya melihatnya berubah dari hidup, sekarat, dan kemudian meninggal dunia," paparnya.

Dalam versi kejadian yang diberikan oleh saksi mata tersebut, dia mengaku menyaksikan Kizzee dan salah satu petugas bertengkar sebelum akhirnya dia tersungkur ke tanah. Pada saat itu, Kizzee mengangkat kedua tangannya ke udara dan mengatakan, "Saya tidak punya apa-apa. Apa yang Anda inginkan?"

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait