Virus cacar monyet kebanyakan ditularkan ke manusia dari hewan liar seperti pengerat dan primata. Akan tetapi menurut WHO, penularan antar manusia juga bisa terjadi.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 02 September 2020 - 19:06 WIB
WowKeren - Wabah cacar monyet menyerang Republik Demokratik Kongo (DRC) di tengah pandemi virus corona (COVID-19) dan Ebola yang melanda negara tersebut. Sejauh ini, wabah cacar monyet telah menyebabkan 10 orang meninggal dan 141 orang lainnya terinfeksi.
"Sejak pekan pertama pengawasan sampai 33 pekan ke depan, kami telah mengonfirmasi 141 kasus, dengan 10 kematian," kata Dr Aime Alengo, pejabat kesehatan di Provinsi Sakuru kepada situs berita lokal Actualite.
Alengo mengatakan cacar monyet kebanyakan menyerang mereka yang berusia di bawah 5 tahun. "Kami merupakan satu dari segelintir negara di Afrika yang masih memiliki kasus penyakit ini," lanjutnya, sebagaimana dilansir dari Republika pada Rabu (2/9).
Menanggapi wabah ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kawasan Afrika mengatakan, "Salah satu tantangan besar dalam keadaan darurat saat ini di antaranya memperoleh dana yang dibutuhkan untuk menanggapi semua wabah yang sedang terjadi di negara tersebut."
Sebagai informasi tambahan, virus cacar monyet merupakan genus orthopoxvirus yang menyebabkan suatu penyakit dengan gejala serupa, tetapi tidak begitu parah. Sementara cacar berhasil diberantas pada 1980, cacar monyet masih terus terjadi di sejumlah negara di Afrika Tengah dan Barat.
Virus cacar monyet kebanyakan ditularkan ke manusia dari hewan liar seperti pengerat dan primata. Akan tetapi menurut WHO, penularan antar manusia juga bisa terjadi. Negara Afrika Tengah itu juga sedang berjuang melawan Ebola dan wabah COVID-19.
Badan WHO wilayah Afrika menyatakan bahwa mereka mencatat ada ratusan kasus infeksi baru Ebola selama tiga bulan belakangan. Di antara jumlah tersebut, 43 pasien dilaporkan meninggal. Akibat luasnya wilayah penyebaran yang mencakup 11 kawasan, WHO menyatakan bakal sulit membantu seluruh komunitas yang terdampak. Orang yang diduga terserang Ebola juga baru bisa ditangani lima hari setelah menunjukkan gejala.
Sedangkan hingga kini, tercatat ada sebanyak 3,979 kasus infeksi COVID-19 di Kongo dengan 78 kematian. Dari jumlah tersebut, 1,742 pasien dinyatakan sembuh dan kasus aktif mencapai 2,159 jiwa.
(wk/luth)