Ratusan Mahasiswa di Universitas Utah AS Dikarantina Akibat COVID-19
Dunia

Universitas Negeri Utah menemukan COVID-19 dalam sampel air limbah yang dikumpulkan dari empat asrama di kampus. Mereka menyerukan pengujian wajib serta karantina bagi 287 mahasiswa.

WowKeren - Universitas Negeri Utah mengumumkan bahwa mereka telah menemukan bukti virus corona (COVID-19) yang memaksa pihak kampus untuk mengarantina ratusan mahasiswa. Universitas tersebut menemukan jumlah COVID-19 yang meningkat dalam sampel air limbah yang dikumpulkan dari empat asrama di kampus.

Para pejabat Universitas pun mengeluarkan peringatan keamanan dan menyerukan pengujian wajib serta karantina bagi 287 siswa yang tinggal di empat asrama kampus, yakni Rich, Jones, Morgan, dan Davis. Peneliti kemudian melakukan pengujian COVID-19 siswa Universitas Negeri Utah pada Minggu (30/8) lalu. Karantina wajib segera berlaku dan akan berlanjut hingga hasil tes dikembalikan.

Universitas Negeri Utah juga mengaktifkan tim perawatan COVID-19 untuk mengatur sumber daya untuk membantu siswa yang terkena dampak, termasuk pengiriman makanan. Disebutkan bahwa pengambilan sampel air limbah dimulai 1 Juli dan memberikan peringatan dini untuk menangani kasus potensial, seperti diungkapkan Amanda DeRito, direktur universitas.

"Manfaat dari pengujian air adalah kami mendapatkan gambaran tentang apa yang terjadi di kampus dan dapat mengkarantina bahkan sebelum seorang siswa menunjukkan gejala. Ini juga kurang invasif," kata DeRito.


Sebagai informasi tambahan, sejak pertengahan Agustus, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengumumkan pembentukan Sistem Pengawasan Air Limbah Nasional untuk membantu para pemimpin kesehatan masyarakat setempat lebih memahami sejauh mana penyebaran pandemi di komunitas mereka. Limbah dari rumah dan tempat kerja dapat diuji materi genetik dari COVID-19. Studi menunjukkan virus dapat ditemukan dalam tinja dari orang yang sakit dan juga dari orang yang belum memiliki gejala COVID-19.

Sementara itu, sejauh ini Utah telah mencatatkan sebanyak 52,822 kasus COVID-19 dengan 410 total kematian. Dari jumlah tersebut, 44,658 pasien dinyatakan sembuh dengan kasus aktif lebih dari 7 ribu jiwa.

Sedangkan AS sendiri masih menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia. AS mencatatkan sebanyak 6,290,737 kasus infeksi COVID-19 dan 189,964 kematian. Pasien sembuh menyentuh angka lebih dari 3,5 juta dan kasus aktif yang ditangani mencapai 2,553,741 jiwa.

Untuk kasus COVID-19 secara global, total infeksi tercatat mencapai lebih dari 26 jiwa di seluruh dunia dengan lebih dari 867 ribu angka kematian. Sejauh ini, sebanyak 18,457,822 pasien dikonfirmasi sembuh dengan kasus aktif lebih dari 6,8 juta di seluruh dunia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait