Ribuan Warga Pakistan Demo Besar-besaran Tolak Penerbitan Kartun Nabi Muhammad
Reuters/Akhtar Soomro
Dunia

Puluhan ribu orang turun ke jalan di Pakistan, dan menggelar aksi protes pada majalah Prancis, Charlie Hebdo, yang kembali menerbitkan kartun Nabi Muhammad pada Jumat (4/9).

WowKeren - Rencana majalah Prancis Charlie Hebdo, menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya warga Pakistan.

Diketahui, pada Jumat (4/9), puluhan ribu orang turun ke jalan di Pakistan, dan menggelar aksi protes pada majalah Charlie Hebdo. Menurut mereka, majalah mingguan asal Prancis itu telah mengejek Nabi Muhammad. Mereka meneriakkan 'matilah Prancis' dan menyerukan boikot produk dari Prancis.

Dilansir Reuters, kartun tentang Nabi Muhammad telah memicu kemarahan dan keresahan di kalangan umat muslim di seluruh dunia, di mulai pada 2005, ketika salah satu kartun pernah diterbitkan oleh surat kabar Denmark Jyllands-Posten.

Charlie Hebdo yang dikenal sebagai tabloid satir, akan 'menghidupkan' kembali kartun Nabi Muhammad untuk menandai dimulainya persidangan tersangka dalam penyerangan kantornya pada Januari 2015 silam.

Pada 2015 silam, 12 orang tewas dalam pembantaian di redaksinya. Peristiwa nahas tersebut dipicu lantaran menerbitkan kartun Nabi Muhammad. Sebanyak 14 orang yang dituduh membantu pembantaian di kantor redaksi Charlie Hebdo dan supermarket Yahudi dalam insiden 2015 itu.


Adapun protes di Pakistan diorganisir oleh partai Islam Tehreek-e-Laibak Pakistan (TLP) dengan demonstrasi yang diadakan di Karachi, kota terbesar di negara itu, serta di Rawalpindi, Peshawar, Lahore dan Dera Ismail Khan. Di Karachi, demonstran membeludak hingga melumpuhkan lalu lintas di sana.

“Itu (pencetakan ulang kartun) setara dengan terorisme besar; mereka mengulangi tindakan penistaan seperti itu terhadap Nabi Muhammad setiap beberapa tahun. Ini harus dihentikan,” kata Razi Hussani pimpinan TLP di Karachi.

Sebelumnya, unjuk rasa serupa juga pernah digelar pada 2015 silam. Sayangnya, aksi tersebut berakhir dengan tindak kekerasan yang melukai sejumlah orang. Para polisi pun sempat bentrok dengan pengunjuk rasa yang mencoba menuju ke konsulat Prancis di Karachi.

Pemerintah Pakistan juga mengutuk pencetakan ulang kartun tersebut. Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi mengatakan pihaknya percaya pada kebebasan berekspresi tetapi kebebasan semacam itu tidak berarti lampu hijau untuk menyinggung sentimen agama.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi juga bereaksi keras atas rencana penerbitan kartun Nabi Muhammad itu. Respons itu disampaikan saat Retno menyampaikan konferensi pers mingguan secara virtual, Jumat (9/4). "Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif, dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia," katanya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait