Berisi Konten Propaganda, Peneliti Temukan Perpustakaan Online Raksasa ISIS
Pixabay/Ilustrasi
Dunia

Peneliti Institut Dialog Strategis (ISD) menemukan perpustakaan digital berisi lebih dari 90.000 file milik ISIS. Sekiranya ada 10.000 pengunjung unik yang datang tiap bulannya.

WowKeren - Sejumlah peneliti Institut Dialog Strategis (ISD) menemukan salah satu koleksi materi online terbesar milik kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam atau ISIS. Perpustakaan digital ini berisi lebih dari 90.000 file, dan diperkirakan didatangi 10.000 pengunjung unik tiap bulan.

Para ahli mengatakan perpustakaan tersebut telah menyediakan konten ekstremis di internet. Meski begitu, perpustakaan ini sulit dihapus karena tempat penyimpanan data tidak hanya berada di satu tempat.

Perpustakaan ini ditemukan setelah kematian Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, pada Oktober 2019 lalu. Saat itu, banyak unggahan di media sosial yang mendukung organisasi ini memuat sebuah tautan pendek yang menuntun pada kumpulan dokumen-dokumen dan video-video dalam sembilan bahasa yang berbeda.

Di dalamnya mencakup rincian dari sejumlah serangan, termasuk kasus serangan bom di Manchester Arena pada 22 Mei 2017, di London pada 7 Juli 2005 dan Amerika Serikat pada 11 September 2001. "(Perpustakaan ini memuat) semua hal yang kamu butuhkan untuk mengetahui perencanaan dan melancarkan sebuah serangan," kata Wakil Direktur ISD, Moustafa Ayad, yang menemukan arsip ISIS ini. "Pada dasarnya hal-hal yang mengajarkan kamu cara menjadi seorang teroris yang lebih baik."

ISD memberi perpustakaan ini nama Tembolok Kekhalifahan. Tembolok (cache dalam istilah komputer) adalah tempat penyimpanan data sementara, yang ada di dalam perangkat gawai.

Selama berbulan-bulan para peneliti mempelajari bagaimana perpustakaan ini berkembang, bagaimana pengelolaannya, dan siapa saja pengunjungnya. Datanya tersebar ke seluruh sistem yang tidak terpusat, bukan hanya pada satu server komputer.

Siapa pun dapat membagikan konten ke seluruh jaringan, lewat server yang berasal dari banyak lokasi. Dan ini menghambat upaya apa pun untuk membuatnya menjadi offline. Tapi selama Tembolok Kekhalifahan dalam kondisi hidup, ini membantu ISIS menyediakan sarana untuk terus menerus menyebarkan konten.


Materi perpustakaan tersebut dimasukkan ke dalam halaman komentar media-media sosial dan akan disebar melalui akun robot. Adapun teknik lain yang digunakan adalah dengan menggunakan akun Twitter artis dan atlet.

Contohnya, ISIS meretas sebuah akun fan penyanyi pop Justin Bieber dan menggunakannya untuk mempromosikan material dari tembolok. Ribuan video, grafis dan gambar-gambar dikumpulkan bersama untuk membentuk arsip propaganda yang terus berkembang.

Perlu diketahui, tak semua konten tembolok berisi kekerasan. Para pengunjung juga bisa mendapatkan filosofi ISIS, teks agama, dan versi propaganda tentang gaya hidup menjadi seorang ISIS.

Para peneliti mengatakan, hal ini meliputi materi-materi yang bakal disaksikan pengantin kabur seperti Shamima Begum. Shamima adalah perempuan kelahiran Inggris yang bergabung dengan ISIS di Suriah pada usia 15 tahun. Tapi pada 2019, ia ingin kembali ke Inggris dan menjadi perdebatan publik tentang penanganan jihadis yang pulang.

Sebagian besar yang tertarik ke Tembolok Kekhalifahan adalah pria berusaha 18 - 24 tahun di dunia Arab, dengan 40% lalu lintas berasal dari media sosial, kebanyakan via YouTube.

Tak sampai di situ, ISD juga menemukan ada empat-tempat penyimpanan kecil yang dimiliki kelompok ekstremis lain, banyak juga di antaranya menggunakan platform terdesentralisasi.

"Daya pikat bagi para jihadis pada platform ini adalah bahwa para pengembang platform yang terdesentralisasi ini, tak punya cara melawan konten yang disimpan pada server yang dioperasikan pengguna, atau konten yang dibagikan di seluruh jaringan pengguna yang tersebar," kata spesialis senior jihadi BBC Monitoring Mina Al -Lami. "Ini semua benar-benar tentang privasi, kebebasan dan enskripsi. Itulah yang menjadi daya tarik para jihadis."

Terkait temuan ini, para peneliti telah melaporkannya pada Kantor Pengacara AS di Distrik Timur New York yang menyelidiki kasus-kasus kontra-terorisme, serta Kepolisian New York. Namun, Otoritas di New York belum berkomentar. Sedangkan Kepolisian New York telah menerima saran dan akan mengkaji hal ini.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait