Penasihat Trump Klaim Tiongkok Rencanakan Program Intervensi Pilpres AS
Dunia

Tanpa memberikan bukti yang jelas, Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien mengatakan Negeri Tirai Bambu memiliki program terbesar yang bertujuan mempengaruhi politik AS.

WowKeren - Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, Robert O'Brien, mengatakan Tiongkok menjadi negara yang paling aktif berupaya mengintervensi pemilihan umum AS. Tanpa memberikan bukti yang jelas, O'Brien mengatakan Negeri Tirai Bambu memiliki program terbesar yang bertujuan mempengaruhi politik AS.

"Kami tahu Tiongkok telah mengambil peran yang paling aktif," kata O'Brien dalam konferensi pers. Penasihat Presiden Donald Trump tersebut mengatakan Tiongkok memiliki program paling masif untuk mempengaruhi politik Amerika, lalu disusul oleh Iran dan Rusia.

O'Brien menyebut intelijen AS menemukan Rusia menggelar kampanye siber yang menguntungkan Donald Trump untuk mempengaruhi hasil pemilihan presiden 2016. Selain itu juga sudah ada laporan mengenai serangan peretasan yang mencoba mempengaruhi pemilihan 3 November mendatang. Moskow membantan mengintervensi pemilihan presiden tahun 2016.

"Kami sudah menegaskan pada Tiongkok, pada Rusia, pada Iran dan yang lainnya yang belum diungkapkan pada publik, siapa pun yang berupaya mengintervensi pemilihan Amerika akan menerima konsekuensi yang luar biasa," kata O'Brien lagi.

Pada Rabu (3/9) lalu Jaksa Agung yang ditunjuk Trump, William Barr mengatakan dalam hal intervensi pemilihan umum ia yakin Tiongkok lebih mengancam dibandingkan Rusia. Namun Barr tidak menjelaskan maksudnya.

Pada bulan Agustus lalu O'Brien mengatakan Amerika telah mengetahui Tiongkok meretas infrastruktur pemilihan umum AS. Tiongkok sendiri selalu membantah tuduhan pemerintah AS. Washington kerap menuduh Beijing meretas perusahaan, politisi, dan badan pemerintahan Amerika.


Ketika ditanya mengenai pernyataan terbaru O'Brien, Kedutaan Besar Tiongkok untuk AS menjawab dengan pernyataan Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada bulan lalu. Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan Beijing tidak tertarik mengintervensi pemilu AS.

Usai membuat kesepakatan dagang dengan Beijing, Trump kerap mengakuh memiliki hubungan baik dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Tapi sepanjang kampanyenya untuk periode kedua ia selalu menyerang Tiongkok. Ia juga menyalahkan Negeri Tirai Bambu atas pandemi virus corona.

Tak hanya itu. Dalam pidatonya di Konvensi Nasional Partai Republik bulan lalu Trump mengatakan Tiongkok mendukung calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden. Ia mengatakan Tiongkok sangat ingin Biden memenangkan pemilihan presiden.

Namun sejauh ini O’Brien menolak mengungkapkan detail spesifik atas tuduhannya pada Tiongkok. "Saya tidak akan masuk ke semua data intelijen, tapi kami menghadapi aktivitas China dan siber yang sangat luar biasa," katanya.

Ia menggambarkan intervensi China terhadap pemilihan umum di AS dilakukan tanpa henti. "Kami tidak pernah melihat hal yang seperti ini, tidak ada yang seperti ini dalam Perang Dingin melawan Uni Soviet," tambahnya.

Terlepas dari hal tersebut, debat pertama Pilpres AS antara Donald Trump dan Joe Biden bakal dilaksanakan pada 29 September. Sementara dua debat berikutnya akan berlangsung pada 15 dan 22 Oktober mendatang.

Sementara itu, pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Joe Biden akan berpasangan dengan Senator Kamala Harris yang diusung dari Partai Demokrat. Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris bakal bersaing ketat dengan duet petahana Donald Trump dan Mike Pence. Satu kandidat lagi adalah Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait