Tiongkok Minta India Bertanggung Jawab Penuh Soal Ketegangan di Perbatasan
Dunia

Pertempuran India-Tiongkok di perbatasan sebenarnya sudah terjadi sejak 1962. Mereka saling menuduh dan berusaha untuk melintasi perbatasan tidak resmi di wilayah Ladakh, Himalaya.

WowKeren - Menteri Pertahanan Tiongkok, Wei Fenghe, mengatakan kepada mitranya dari India, Rajnath Singh, bahwa New Delhi memikul tanggung jawab penuh atas ketegangan perbatasan kedua negara saat ini.

Kementerian pertahanan India mengumumkan di Twitter bahwa pembicaraan itu berlangsung selama 2 jam 20 menit, tanpa memberikan rincian lebih jauh. Pembicaraan antara Menlu Tiongkok dan India itu merupakan kontak politik tatap muka tingkat tertinggi sejak ketegangan terjadi sepanjang perbatasan pegunungan yang disengketakan pada Mei.

Dalam menyikapi ketegangan itu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat siap membantu menyelesaikan sengketa antara India dan Tiongkok atas perbatasan pegunungan yang melintasi wilayah barat Himalaya. Sumber pemerintah AS mengatakan bahwa baik Tiongkok maupun India tak berminat mendorong pertikaian itu ke titik di mana mereka akan terlibat dalam peperangan.

Trump, yang ditanya tentang pertikaian itu pada pengarahan pers di Gedung Putih, mengatakan, Washington sedang berbicara dengan kedua negara mengenai apa yang AS dapat lakukan untuk membantu meredakan situasi itu. "Kami siap membantu dengan hormat pada China dan India. Jika kami dapat melakukan sesuatu, kami akan suka terlibat dan membantu," katanya.

Pertempuran India-Tiongkok di perbatasan sebenarnya sudah terjadi sejak 1962. Mereka saling menuduh dan berusaha untuk melintasi perbatasan tidak resmi di wilayah Ladakh, Himalaya. Bentrokan diketahui kembali pecah pada Sabtu (29/8) malam waktu setempat, dan sekali lagi pada hari Senin (31/8).


Seorang anggota parlemen Tibet mengatakan sang tentara India tewas sebagai martir -orang yang mati dalam memperjuangkan kebenaran. Sebelumnya, Pemerintah India menuduh Tiongkok kembali melakukan tindakan "provokatif" di perbatasan Himalaya yang tengah diperebutkan, dekat dengan lokasi bentrokan yang menewaskan 20 prajurit India dalam pertempuran dengan tentara Tiongkok pada Juni lalu.

Kementerian Pertahanan India mengatakan insiden itu terjadi di Ladakh Timur pada Sabtu malam pekan lalu. Namun, mereka tidak menyebutkan apakah kembali terjadi bentrokan. Kemhan India lebih lanjut menyatakan pasukan Angkatan Darat Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) melakukan gerakan militer yang provokatif untuk mengubah status quo.

"Pasukan India mendahului aktivitas PLA di tepi selatan Danau Pangong Tso, (pasukan India) melakukan langkah-langkah untuk memperkuat posisi kami dan menggagalkan niat Tiongkok untuk mengubah fakta di lapangan secara sepihak," ujar Kemhan India.

Di sisi lain Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, membantah pasukannya melakukan provokasi pada tentara India yang berjaga di perbatasan kedua negara, Ladakh, Himalaya.

Menurut Lijian, pasukan Tiongkok tidak pernah melewati garis kontrol aktual untuk kegiatan apa pun. Hal ini mengacu pada perbatasan kedua negara yang panjang dan tidak bertanda di Himalaya yang terpencil.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait