Ledakan tersebut terjadi ketika para jemaah masjid sedang melaksanakan salat isya pada Jumat (4/9). Dugaan sementara, ledakan ini dipicu oleh kebocoran pipa gas.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 07 September 2020 - 09:13 WIB
WowKeren - Sedikitnya 20 orang tewas dan 17 orang lainnya berada dalam kondisi kritis karena ledakan di sebuah masjid di dekat ibu kota Bangladesh. Ledakan tersebut terjadi ketika mereka sedang melaksanakan salat isya berjemaah pada Jumat (4/9) malam waktu setempat. Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh kebocoran pipa gas.
Dilaporkan bahwa seorang bocah tujuh tahun, muazin, serta imam masjid turut menjadi korban tewas dalam insiden di Kota Narayanganj ini. Adapun para korban lainnya dirawat di Sheikh Hasina National Institute of Burn and Plastic Surgery di Ibu Kota Dhaka.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil Bangladesh, Ershad Hossain, mengonfirmasi jumlah korban tewas. Ia menambahkan, mereka yang cedera mengalami luka bakar parah. Menurut Hossain, tiga komite telah dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut, termasuk komite dari dinas pemadam kebakaran.
Menurut wakil asisten direktur Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil Bangladesh, Anayet Hossain, para korban yang kondisinya kritis mengalami luka bakar di bagian tenggorokan. Dokter rumah sakit menyebutkan para korban mengalami luka bakar 30-70 persen di sekujur tubuhnya.
"Gas bocor masuk ke dalam masjid. Ketika mereka menutup jendela dan pintu serta menyalakan AC, ada percikan listrik yang menyebabkan ledakan di dalam masjid," kata petugas pemadam kebakaran Narayanganj lainnya, Abdullah Al Arefin, sebagaimana dilansir dari CNN.
Terkait insiden ini, Presiden Abdul Hamis, Perdana Menteri Sheikh Hasina serta Menteri Agama menyampaikan kesedihan mendalam. Mereka juga memerintahkan bantuan bagi para korban dan meminta penyelidikan insiden tersebut.
Sementara itu, Menteri ESDM Nasrul Hamid langsung menginstruksikan seluruh perusahaan pemasok listrik agar memeriksa koneksi aliran listrik dan kondisi AC di masjid dan lembaga agama lainnya di area jangkauan mereka. Investigasi telah dimulai dan Hamid mengatakan penyebab utama ledakan belum dapat dipastikan namun ledakan tersebut berasal dari AC.
Surat kabar Dhaka Tribune melansir bahwa ada pipa di bawah masjid dan terjadi kebocoran gas. Seorang pejabat setempat menyebut bahwa masjid tersebut baru-baru ini mengadu soal kebocoran gas. Ledakan kemungkinan dipicu oleh percikan api ketika seseorang menyalakan atau mematikan AC atau pun kipas.
Terlepas dari hal tersebut, peraturan keselamatan memang kerap diabaikan di Bangladesh, baik oleh pemerintah maupun warga. Imbasnya, ratusan orang terbunuh setiap tahun dalam kebakaran di negara berpenduduk 168 juta orang itu.
Pada Februari tahun lalu misalnya, api unggun di kawasan tua Dhaka menewaskan 78 orang. Sebulan kemudian, 25 orang tewas ketika kobaran api melanda blok kantor Dhaka.
(wk/luth)