Navalny diduga diracun di pesawat saat melakukan perjalanan ke Siberia Agustus lalu. Tokoh oposisi penentang Kepresidenan Rusia itu pingsan setelah meminum teh yang disajikan kepadanya.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 08 September 2020 - 07:49 WIB
WowKeren - Pemimpin oposisi Rusia yang diduga diracun, Alexei Navalny, dilaporkan sudah tak lagi dalam kondisi koma dan kini dalam perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Charite di Berlin, Jerman.
"Pasien sudah dikeluarkan dari koma medis dan kini juga sudah lepas dari ventilator mekanis. Dia juga sudah merespons stimulan verbal," demikian pernyataan Rumah Sakit Charite, sebagaimana dilansir dari CNN pada Selasa (8/9).
Koma medis atau induced coma merupakan metode medis untuk membuat pasien tidak sadarkan diri dengan obat bius guna mencegah kerusakan otak. Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa ventilasi mesin yang dipasang pada pasien tersebut sudah mulai dilepaskan.
"Saat ini masih terlalu dini untuk mengukur kemungkinan dampak jangka panjang dari keracunan parah yang ia alami," lanjut pernyataan pihak Rumah Sakit Charite.
Tokoh oposisi Rusia tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Charite sejak 22 Agustus lalu akibat diracun. Menurut Menlu Jerman Heiko Maas, ada beberapa indikasi yang memperlihatkan Rusia terlibat dalam aksi peracunan Navalny. Satu di antaranya adalah racun yang digunakan untuk menyerang tokoh oposisi tersebut, yakni Novichok, yang digunakan oleh badan intelijen rahasia era Uni Soviet.
"Hanya sejumlah kecil orang yang memiliki akses ke Novichok dan racun ini digunakan oleh dinas rahasia Rusia dalam serangan terhadap mantan agen Sergei Skripal," katanya, merujuk pada serangan 2018 di kota Salisbury, Inggris.
Kendati demikian, pemerintah Rusia membantah keterlibatan para pejabat tinggi atau bahkan Presiden Vladimir Putin dalam kasus dugaan peracunan Alexei Navalny. "Kami tidak bisa menanggapi tuduhan ini (keterlibatan dalam peracunan Navalny) dengan serius. Begini, tuduhan yang sama sekali tidak mungkin benar dengan cara apa pun adalah kebisingan kosong. Kami tidak bermaksud untuk menganggapnya serius," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Navalny diduga diracun di pesawat saat melakukan perjalanan ke Siberia Agustus lalu. Dia pingsan setelah meminum teh yang disajikan kepadanya. Sebelum dibawa ke Berlin, Navalny sempat menjalani perawatan selama dua hari di kota Omsk di Siberia. Dia koma dan harus menggunakan ventilator.
Navalny merupakan tokoh oposisi terkemuka di Rusia. Dia merupakan kritikus utama Presiden Vladimir Putin. Selama satu dekade terakhir, Navalny tekun merilis video di Youtube yang menjabarkan praktik korupsi di semua tingkatan pemerintahan.
Mau tak mau hal tersebut membuatnya mendapatkan banyak musuh di Rusia. Navalny telah berulang kali ditahan karena mengatur pertemuan publik dan demonstrasi anti-pemerintah. Dia dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada 2018.
(wk/luth)