PBB Serukan Investigasi Soal Kasus Peracunan Tokoh Oposisi Rusia Alexei Navalny
AP Images
Dunia

Saat ini tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, dikabarkan telah sadar dari koma dan kini berada dalam perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Charite di Berlin, Jerman.

WowKeren - Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet, meminta Rusia untuk melakukan atau bekerja sama dalam penyelidikan independen atas temuan Jerman bahwa pemimpin oposisi Alexei Navalny diserang dengan racun saraf Novichok. Bachelet menyebut investigasi itu sudah seharusnya menjadi kewajiban pihak Rusia.

"Adalah kewajiban pihak berwenang Rusia untuk menyelidiki sepenuhnya siapa yang bertanggung jawab atas kejahatan ini, kejahatan yang sangat serius yang dilakukan di tanah Rusia," kata Bachelet dalam sebuah pernyataan.

"Tidaklah cukup baik untuk hanya menyangkal dia (Navalny) diracun, dan menyangkal perlunya penyelidikan menyeluruh, independen, tidak memihak dan transparan dalam upaya pembunuhan ini," lanjut Bachelet.

Bachelet mengutip pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel yang mengatakan pemerintahnya telah menyimpulkan bahwa Navalny diracuni dengan Novichok. Racun tersebut adalah zat sama yang menurut Inggris digunakan untuk meracuni agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya dalam serangan di Inggris pada 2018 lalu.

"Jumlah kasus keracunan, atau bentuk lain dari pembunuhan terarah, terhadap warga negara Rusia saat ini atau sebelumnya, baik di dalam Rusia sendiri atau di negara asing, selama dua dekade terakhir sangat mengganggu," kata Bachelet menambahkan.


Juru bicaranya, Rupert Colville, lantas merujuk insiden peracunan ini dengan kasus pembelot Rusia Alexander Litvinenko, yang tewas di London pada 2006. "Ini bukan bahan yang bisa Anda beli di apotek atau toko pertanian atau toko perangkat keras," kata Colville tentang Novichok dan Polonium-210, yang menyebabkan Litvinenko keracunan.

Di sisi lain, saat ini Navalny dikabarkan telah sadar dari koma dan kini berada dalam perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Charite di Berlin, Jerman. "Pasien sudah dikeluarkan dari koma medis dan kini juga sudah lepas dari ventilator mekanis. Dia juga sudah merespons stimulan verbal," demikian pernyataan Rumah Sakit Charite.

Koma medis atau induced coma merupakan metode medis untuk membuat pasien tidak sadarkan diri dengan obat bius guna mencegah kerusakan otak. Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa ventilasi mesin yang dipasang pada pasien tersebut sudah mulai dilepaskan.

"Saat ini masih terlalu dini untuk mengukur kemungkinan dampak jangka panjang dari keracunan parah yang ia alami," lanjut pernyataan pihak Rumah Sakit Charite.

Navalny diduga diracun di pesawat saat melakukan perjalanan ke Siberia Agustus lalu. Dia pingsan setelah meminum teh yang disajikan kepadanya. Sebelum dibawa ke Berlin, Navalny sempat menjalani perawatan selama dua hari di kota Omsk di Siberia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait