Rusia Ragukan Klaim Jerman yang Sebut Tokoh Oposisi Alexei Navalny Diracun
AP Images
Dunia

Sebelumnya, Jerman mengatakan bahwa analisis laboratorium spesialis di Prancis dan Swedia membenarkan Navalny diracun dengan zat saraf era Uni Soviet, Novichok.

WowKeren - Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menolak klaim Jerman yang menyebut bahwa Pemimpin Oposisi Alexei Navalny diracun. Menurutnya, Navalny tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan sebelum dia diterbangkan ke Berlin untuk menerima perawatan.

"Merupakan fakta bahwa saat Alexei Navalny meninggalkan wilayah Rusia, tidak ada racun dalam tubuhnya. Karena itu, kami memiliki banyak pertanyaan kepada pihak Jerman," kata Direktur Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergei Naryshkin.

"Dokter dari rumah sakit Omsk menyelamatkan nyawa Navalny dan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan paling mendalam," ujar Naryshkin.

Sebelumnya, Jerman memang mengatakan dari hasil analisis laboratorium spesialis di Prancis dan Swedia membenarkan Navalny diracun dengan zat saraf era Uni Soviet, Novichok.

"Pemeriksaan secara mandiri masih dilakukan oleh OPCW (Organisasi Pelarangan Senjata Kimia). Tiga laboratorium masing-masing sudah mengkonfirmasi secara independen bahwa Navalny diracun menggunakan zat saraf Novichok," kata juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert.


Sebagai informasi tambahan, Novichok adalah racun saraf yang pernah digunakan untuk meracuni agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya dalam serangan di Inggris pada 2018 lalu. Novichok juga merupakan racun yang digunakan oleh badan intelijen rahasia era Uni Soviet.

"Hanya sejumlah kecil orang yang memiliki akses ke Novichok dan racun ini digunakan oleh dinas rahasia Rusia dalam serangan terhadap mantan agen Sergei Skripal," tutur Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, saat dimintai komentar terkait kasus ini.

Sementara itu, rumah sakit Charite di Berlin yang merawat Navalny mengatakan bahwa tokoh pengkritik pemerintahan Rusia tersebut telah sadar dan bisa meninggalkan tempat tidurnya. Navalny sendiri mulai buka suara kepada publik untuk pertama kalinya pada Selasa lewat unggahan di Instagram. Di postingan itu, dia mengatakan bahwa dia sudah bisa bernapas tanpa bantuan.

"Hai, ini Navalny. Saya telah merindukan kalian. Saya masih belum bisa berbuat banyak, tapi kemarin saya berhasil bernapas sendiri sepanjang hari. Hanya saya sendiri, tidak ada bantuan tambahan, bahkan katup di tenggorokan saya. Saya sangat menyukainya. Ini adalah proses luar biasa yang diremehkan oleh banyak orang. Sangat disarankan," tulisnya.

Navalny diduga diracun dalam sebuah penerbangan menggunakan pesawat maskapai S7 Airlines dari kota Tomsk, provinsi Siberia, menuju ibu kota Moskow. Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, menyatakan karena kondisi Navalny memburuk maka pilot pesawat memutuskan untuk mendarat darurat di kota Omsk.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts